UNESUNES

Ekasakti Legal Science JournalEkasakti Legal Science Journal

Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi yang bersifat deskriptif analitis. Peran Pembimbing Kemasyarakatan Pada Bapas Kelas I Padang dalam pelaksanaan diversi pada penyelesaian tindak pidana penganiayaan dengan pelaku anak pada penyidikan bertugas melakukan asesmen terhadap anak yang menjadi pelaku penganiayaan dengan tujuan untuk memahami latar belakang sosial, kondisi psikologis, serta faktor-faktor yang melatarbelakangi perbuatan tersebut. Setelah diversi disepakati, pembimbing kemasyarakatan memiliki peran dalam merancang program pembinaan bagi anak agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Pembimbing kemasyarakatan juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kesepakatan diversi, seperti kewajiban anak untuk meminta maaf kepada korban, memberikan ganti rugi, atau mengikuti program rehabilitasi tertentu. Dari segi hukum, pelaksanaan diversi juga memerlukan kerja sama yang baik antara Pembimbing Kemasyarakatan dan aparat penegak hukum. Kendala yang ditemui Pembimbing Kemasyarakatan dalam pelaksanaan diversi pada penyelesaian tindak pidana penganiayaan dengan pelaku anak secara internal adalah 1) pembimbing kemasyarakatan tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan anak pasca-diversi, 2) kurangnya pemahaman aparat penegak hukum mengenai pentingnya diversi. 3) terbatasnya fasilitas rehabilitasi bagi anak yang menjalani diversi juga menjadi kendala serius dalam pelaksanaan program ini. Secara eksternal kendalanya 1) Faktor lingkungan sosial dan keluarga anak yang kurang mendukung proses rehabilitasi. 2) Minimnya fasilitas rehabilitasi juga menunjukkan lemahnya struktur pendukung negara.

Pembimbing Kemasyarakatan menjalankan asesmen, merancang pembinaan, serta mengawasi pelaksanaan kesepakatan diversi agar anak pelaku penganiayaan tidak berulah kembali.Kerja sama dengan aparat hukum sangat diperlukan, namun dibatasi waktu, pemahaman hukum, dan fasilitas rehabilitasi yang minim.Tanpa dukungan lingkungan dan keluarga, diversi sulit menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Bagaimana jika kita membandingkan keberhasilan diversi anak penganiayaan yang ditemani keluarga sepenuhnya selama enam bulan dengan yang tidak, untuk mengetahui sejauh mana dukungan keluarga menurunkan residivisme? Apakah menambahkan modul pelatihan keadilan restoratif selama dua hari bagi polisi, jaksa, dan hakim dapat meningkatkan jumlah kasus diversi yang diajukan dan disetujui secara konsisten di wilayah Padang? Selain itu, bagaimana efektivitas membangun pusel rehabilitasi berbasis komunitas yang melibatkan tokoh agama, guru, dan pelatih keterampilan untuk mendampingi anak pasca-diversi, agar mereka memiliki keterampilan sosial dan pekerjaan alternatif sehingga tidak kembali mengandalkan kekerasan dalam menghadapi konflik?.

  1. #bandar udara#bandar udara
  2. #keterampilan sosial#keterampilan sosial
Read online
File size418.83 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-13x
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test