JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION

Jurnal Syntax AdmirationJurnal Syntax Admiration

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi penguatan kelembagaan dan faktor penentu keberhasilan implementasi menuju tata praja birokrasi yang jelas dan bersih, serta menguji faktor-faktor penentu keberhasilan implementasi kelembagaan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Penelitian dilakukan dalam lingkup pemerintahan selama dua bulan dengan mewawancarai informan secara mendalam secara ilmiah, pengalaman, dan jejak historis di bidang pemerintahan. Pengumpulan data dan informasi diperoleh dari sumber data primer dan sekunder menggunakan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan reduksi informasi, presentasi, verifikasi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan validitas data. Hasil penelitian menemukan 1) kekuatan kelembagaan antar organisasi menghasilkan struktur organisasi, kerja sama, kepentingan, dan pencapaian tujuan; 2) kekuatan kelembagaan tingkat bawah menghasilkan koordinasi, konsultasi, pemantauan, dan evaluasi; dan 3) kekuatan kelembagaan kelompok sasaran menghasilkan advokasi, pemeliharaan, simulasi, dan partisipasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan diimplementasikan melalui hubungan antar organisasi, tingkatan bawah, dan kelompok sasaran dalam mewujudkan tata praja birokrasi yang jelas dan bersih.Kelembagaan yang sehat terwujud melalui masukan, proses, keluaran, dan hasil yang sejalan dengan tata praja birokrasi tanpa mengabaikan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi secara terintegrasi.Penguatan kelembagaan pemerintah perlu ditingkatkan dalam mewujudkan tata praja birokrasi melalui peningkatan skala prioritas, tindakan, dan pencapaian tujuan dalam mewujudkan kepuasan publik secara kelembagaan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas program penguatan kelembagaan di berbagai daerah dengan karakteristik unik. Hal ini dapat membantu merumuskan strategi implementasi yang lebih adaptif dan relevan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pengukuran kinerja kelembagaan yang komprehensif, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek output tetapi juga outcome dan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas. Ketiga, penting untuk meneliti peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi proses birokrasi, serta dampaknya terhadap kepuasan masyarakat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas tata pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia.

Read online
File size247.68 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test