UNSERAUNSERA

Seminar Nasional Pengabdian MasyarakatSeminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Pesantren (MAS) Daar Al Ilmi merupakan lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pembinaan akhlak dan ilmu agama, tetapi juga mendorong kemandirian dan kepedulian lingkungan bagi para santrinya. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus di lingkungan pesantren adalah pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang berasal dari aktivitas dapur, konsumsi santri, dan sisa tanaman kebun pesantren. Permasalahan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, munculnya bau tidak sedap, serta potensi penyebaran penyakit. Program Pengabidan Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif, edukatif, dan praktis, melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, santri, dan pengurus pesantren. Metode pelaksanaan dirancang untuk memastikan program pengelolaan sampah organik berjalan efektif dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran lingkungan, pengurangan volume sampah organik, pemanfaatan limbah menjadi produk bermanfaat, peningkatan kualitas lingkungan dan estetika pesantren, transfer ilmu dan keterampilan yang aplikatif, sehingga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut di masa depan secara mandiri oleh pihak pesantren.

Program pengelolaan sampah organik di Pesantren (MAS) Daar Al Ilmi telah berjalan efektif dengan melibatkan pembuatan pupuk lindi dan biopori.Program ini berhasil mengurangi volume sampah organik dan menghasilkan produk bermanfaat bagi lingkungan pesantren.Peran aktif santri sangat penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah ini, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan mereka.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai metode pengolahan sampah organik lainnya, seperti vermikomposting atau biogas, untuk menemukan solusi yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pesantren. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis pengelolaan sampah yang berkelanjutan, misalnya dengan menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku industri atau produk komersial. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah di pesantren, seperti penggunaan aplikasi mobile untuk pemantauan volume sampah, penjadwalan pengumpulan, atau edukasi santri mengenai pemilahan sampah yang benar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan pesantren yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Read online
File size479.29 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test