JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION

Jurnal Syntax AdmirationJurnal Syntax Admiration

Tanah lunak memiliki karakteristik tanah yang buruk. Tanah ini umumnya memiliki sifat komprebilitas yang tinggi, permeabilitas yang rendah dan daya dukung yang rendah. Perbaikan tanah dengan preloading dan PVD merupakan salah satu metode perbaikan tanah yang umum dilakukan untuk mempercepat proses terjadinya konsolidasi pada tanah. Pembebanan awal dilakukan dengan tujuan mengkonsolidasi lapisan tanah lunak dengan besar pembebanan yang sama atau lebih daripada beban yang akan dipikul oleh tanah baik saat maupun setelah konstruksi. Sedangkan drainase vertikal dapat mempercepat proses konsolidasi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besar penurunan konsolidasi dengan menggunakan metode analitis dan metode elemen hingga dengan pemodelan pada PLAXIS 2D, pengaruh permodelan menggunakan quadratic triangle element (6 titik nodal) dengan quartic triangle element (15 titik nodal) terhadap besar konsolidasi dan waktu proses kalkulasi. Metode yang digunakan pada Tesis ini adalah degan metode analitis menggunakan teori Terzaghi dan metode element hingga menggunakan PLAXIS 2D. Dari hasil analisis diperoleh bahwa penggunaan quadratic triangle element 6 titik nodal dan 15 titik nodal tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil penurunannya, namun berpengaruh besar pada lama proses kalkulasinya. Setelah dilakukan analisis menggunakan permodelan 2D dengan menggunakan quadratic triangle element dengan 6 titik nodal dan quartic triangle element 15 titik nodal diperoleh penurunan sebesar -6,673 meter untuk 6 titik nodal dan -6,669 meter untuk 15 titik nodal.

Analisis menunjukkan penurunan tanah sebesar -6,801 meter secara analitis dan -6,673 hingga -6,669 meter menggunakan PLAXIS 2D, dimana hasil PLAXIS 2D lebih mendekati observasi lapangan (-6,718 meter) dibandingkan metode analitis.Perbedaan antara perhitungan analitis dan lapangan sebagian besar disebabkan oleh perbedaan dalam perhitungan konsolidasi primer dan sekunder.Meskipun hasil kedua pemodelan PLAXIS 2D (6 dan 15 titik nodal) tidak signifikan berbeda dalam penurunan, pemodelan 6 titik nodal lebih direkomendasikan karena akurasi yang memadai dan waktu kalkulasi yang jauh lebih efisien.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada tiga arah utama untuk memperkaya pemahaman dan akurasi model konsolidasi tanah lunak yang diperbaiki dengan metode preloading dan PVD. Pertama, mengingat adanya perbedaan pola penurunan antara hasil PLAXIS 2D dan data aktual lapangan, di mana model menunjukkan ketergantungan pada tahapan pembebanan sementara lapangan menunjukkan penurunan harian yang lebih teratur, akan sangat bermanfaat untuk menyelidiki penggunaan model konstitutif yang lebih canggih di PLAXIS 2D atau 3D. Model ini harus mampu merepresentasikan perilaku tanah yang bergantung pada waktu atau efek creep secara lebih realistis, guna mencapai simulasi pola penurunan konsolidasi jangka panjang yang lebih akurat. Pertanyaan penelitian dapat meliputi: Sejauh mana model konstitutif berbasis creep dapat meningkatkan akurasi prediksi pola penurunan konsolidasi tanah lunak yang distabilkan PVD dibandingkan dengan data observasi lapangan dalam jangka waktu yang lebih panjang? Kedua, meskipun penelitian ini telah membandingkan efisiensi elemen nodal 6 dan 15 titik pada PLAXIS 2D, masih ada ruang untuk eksplorasi lebih lanjut dalam pemodelan tiga dimensi. Mengingat bahwa studi sebelumnya telah menunjukkan PLAXIS 3D memberikan hasil yang lebih dekat dengan kondisi lapangan, terutama ketika memperhitungkan efek smear zone, menjadi relevan untuk menyelidiki apakah temuan mengenai efisiensi elemen 6 titik nodal tetap berlaku di lingkungan 3D yang lebih kompleks. Penelitian dapat menanyakan: Bagaimana perbandingan efisiensi dan akurasi penggunaan elemen nodal yang berbeda (misalnya, ekuivalen 6 vs 15 titik) pada pemodelan PLAXIS 3D dalam memprediksi konsolidasi tanah lunak dengan PVD dan efek smear zone? Ketiga, karena kesimpulan menyoroti perbedaan antara perhitungan analitis dan aktual yang sebagian disebabkan oleh belum diperhitungkannya konsolidasi sekunder, penelitian selanjutnya bisa mengintegrasikan model konsolidasi sekunder ke dalam analisis elemen hingga. Ini akan memungkinkan prediksi penurunan total yang lebih komprehensif. Sebuah pertanyaan penting adalah: Bagaimana integrasi model konsolidasi sekunder (creep) dalam PLAXIS 2D/3D memengaruhi akurasi prediksi penurunan jangka panjang, dan seberapa baik hasilnya selaras dengan data pemantauan lapangan setelah periode konsolidasi primer? Melalui ketiga pendekatan ini, pemahaman tentang perilaku tanah lunak yang diperbaiki dapat ditingkatkan secara signifikan, mengarah pada desain geoteknik yang lebih handal dan ekonomis.

  1. Modelling the effect of vertical drains in two-dimensional finite element analyses of embankments on... nrcresearchpress.com/doi/10.1139/t95-077Modelling the effect of vertical drains in two dimensional finite element analyses of embankments on nrcresearchpress doi 10 1139 t95 077
Read online
File size840.6 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test