JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION

Jurnal Syntax AdmirationJurnal Syntax Admiration

Kecelakaan kerja bisa terjadi akibat kurangnya penerapan pelaksanaan kesahatan dan keselamatan kerja dan bisa di sebabkan oleh banyak faktor seperti faktor kimia, faktor fisik, faktor biologi, faktor ergonomis, dan faktor psikologi. Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian tidak terduga yang tentunya tidak diharapkan, kecelakaan kerja yang terjadi tentunya peristiwa yang merugikan dalam hal material maupun skala ringan hingga berat disisi lain produktivitas kinerja dan suatu industri khususnya pada pengeboran minyak dan gas dapat menurun dari beberapa faktor penyebab Didapatkan hasil dari perhitungan melalui sumber hazard yang ada dengan menggunakan kriteria kemungkinan (likelihood) dengan menggunakan simbol L dan keparahan (consequences) dengan menggunakan simbol C menggunakan rumus matriks resiko (risk matrix) dengan menggunakan rumus risiko = L.C adalah tingkat resiko dengan kategori sedang, tinggi, dan ekstrim dan dilakukan usulan rekomendasi perbaikan yaitu seperti penggunaan APD pada resiko ekstrim begitu juga diberikan usulan-usulan pada resiko sedang dan tinggi.

Penelitian ini mengidentifikasi potensi bahaya dengan rata-rata risiko sedang pada bengkel motor, yang memerlukan rekomendasi perbaikan.Hasil perhitungan menggunakan metode HAZOP dengan kriteria likelihood (L) dan consequences (C) menunjukkan tingkat risiko bervariasi dari sedang, tinggi, hingga ekstrim.Untuk mengatasi risiko tersebut, disarankan usulan perbaikan berupa penggunaan APD pada risiko ekstrim, serta tindakan mitigasi lain untuk risiko sedang dan tinggi.

Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi berbagai potensi bahaya di bengkel motor menggunakan metode HAZOP, dengan sebagian besar risiko berada pada kategori sedang, tinggi, hingga ekstrim, serta memberikan rekomendasi perbaikan seperti penggunaan APD. Untuk mengembangkan temuan ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, bagaimana jika studi serupa diterapkan pada berbagai jenis bengkel motor, misalnya bengkel resmi, bengkel umum skala kecil, atau bahkan bengkel modifikasi, untuk membandingkan profil risiko dan efektivitas rekomendasi K3 yang berbeda? Ini akan membantu memahami apakah temuan dari Kampus Motor dapat digeneralisasi atau memerlukan penyesuaian spesifik untuk konteks lain. Kedua, meskipun rekomendasi telah diberikan, masih menjadi pertanyaan besar apakah implementasi saran-saran tersebut benar-benar efektif dalam menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran pekerja. Oleh karena itu, penelitian di masa depan bisa melibatkan studi eksperimental atau longitudinal, di mana bengkel menerapkan rekomendasi K3, lalu dilakukan evaluasi dampak setelah beberapa waktu terhadap perubahan perilaku pekerja, angka insiden, dan perbaikan lingkungan kerja secara konkret. Terakhir, mengingat bahwa sikap pekerja menjadi salah satu faktor risiko tinggi, menarik untuk menggali lebih dalam akar permasalahan perilaku tersebut. Studi selanjutnya dapat menyelidiki faktor psikologis, sosial, dan budaya yang memengaruhi kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan dan penggunaan APD, serta mengembangkan program pelatihan atau intervensi berbasis perilaku yang lebih inovatif dan disesuaikan untuk meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan kerja bengkel secara berkelanjutan.

Read online
File size705.76 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test