UMJ PremiumUMJ Premium

International Conference on Engineering, Applied Sciences and TechnologyInternational Conference on Engineering, Applied Sciences and Technology

Penelitian ini menerapkan metode Six Sigma DMAIC untuk mengurangi tingkat cacat pada proses Sealer Line di lini pengecatan industri otomotif roda empat. Proses ini memiliki tingkat cacat yang tinggi, disebabkan oleh empat faktor utama, yaitu ketidakstabilan mesin, ketidakselarasan antara nozzle dan pelat bodi, penanganan material yang tidak tepat, serta kesalahan operator dalam menjalankan prosedur kerja. Upaya perbaikan difokuskan pada stabilisasi suhu mesin dalam kisaran 60°–80°C, penyesuaian nozzle secara presisi, standardisasi prosedur penggantian material, dan peningkatan kompetensi operator melalui pelatihan. Setelah penerapan perbaikan, tingkat cacat berhasil dikurangi menjadi 2,04% dari sebelumnya 4,24%, sesuai target proyek di bawah 3%, dengan nilai DPMO menurun dari 3.851,01 menjadi 1.862,37 dan tingkat sigma meningkat dari 4,17 menjadi 4,41. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan metode DMAIC efektif dalam meningkatkan stabilitas proses, efisiensi operasional, dan kualitas produk, sekaligus memperkuat sistem kontrol kualitas berkelanjutan dalam proses manufaktur otomotif.

Penerapan metode Six Sigma DMAIC pada proses Sealer Line berhasil menurunkan tingkat cacat secara signifikan.862,37, sementara tingkat sigma meningkat dari 4,17 menjadi 4,41, menunjukkan peningkatan stabilitas dan kualitas proses produksi.Empat faktor utama penyebab cacat telah diidentifikasi, yaitu mesin, metode, material, dan manusia, serta perbaikan yang dilakukan terbukti efektif dalam mencapai target penurunan cacat di bawah 3%.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu lingkungan kerja terhadap kinerja mesin sealer pump dan konsistensi material sealer, mengingat suhu mesin yang tidak stabil menjadi salah satu akar masalah utama. Kedua, diperlukan studi tentang efektivitas sistem monitoring real-time berbasis sensor pada nozzle untuk mendeteksi ketidakselarasan posisi secara otomatis selama proses coating, guna mencegah cacat Sealer Misplacement sejak dini. Ketiga, perlu dikaji penerapan pelatihan berbasis simulasi digital bagi operator, untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman SOP dan akurasi kerja dalam jangka panjang, mengingat faktor manusia masih menjadi kontributor signifikan terhadap kejadian cacat. Ketiga ide penelitian ini saling melengkapi dengan temuan studi sebelumnya dan berfokus pada penguatan aspek pencegahan, otomasi, dan pengembangan sumber daya manusia dalam sistem kontrol kualitas di lini produksi otomotif. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan dapat dicapai peningkatan kualitas yang lebih berkelanjutan dan responsif terhadap dinamika proses produksi sealer coating.

  1. innovationsjournals. need enable javascript run app doi.org/10.36401/jqsh-22-x2innovationsjournals need enable javascript run app doi 10 36401 jqsh 22 x2
  2. jqsh. jqsh need enable javascript run app innovationsjournals.kglmeridian.com/view/journals/jqsh/5/2/article-p44.xmljqsh jqsh need enable javascript run app innovationsjournals kglmeridian view journals jqsh 5 2 article p44 xml
  3. 0. dk6j0 gxtar9 vaik y0sy doi.org/10.5267/j.ac.2015.11.0050 dk6j0 gxtar9 vaik y0sy doi 10 5267 j ac 2015 11 005
  4. View of Implementing Six Sigma in Filling Process of Injection Medicine: A Case Studies in Healthcare... doi.org/10.54756/ijsar.2023.v3.6.3View of Implementing Six Sigma in Filling Process of Injection Medicine A Case Studies in Healthcare doi 10 54756 ijsar 2023 v3 6 3
Read online
File size745.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test