IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Ikan layang merupakan jenis ikan pelagis kecil yang melimpah hasil tangkapannya dibanding jenis ikan lain. Beberapa jenis ikan pelagis seperti tongkol, cakalang, bahkan tuna sering diolah menjadi produk sambel yang telah banyak dijual di pasaran. Lain halnya dengan ikan layang yang hanya diolah dengan cara digoreng, dikukus, ataupun ditumis. Sedangkan kandungan gizi ikan layang tidak jauh berbeda dengan kandungan gizi ikan pelagis lainnya. Sehingga perlu adanya diversifikasi produk sambel dari ikan layang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi dari sambal ikan layang dan menilai pengaruh metode pengolahan (pengeringan dan pengasapan) terhadap kualitas nutrisi dan sensori sambal ikan layang. Penelitian ini menggunakan dua metode pengolahan yaitu, pengeringan (oven pada suhu 60 °C selama 24 jam) dan pengasapan (asap kayu pada suhu 70 °C selama 8 jam). Pengambilan sampel sebanyak 2 kali ulangan. Sedangkan analisis nutrisi dilakukan dengan metode proksimat untuk mengukur kadar protein dan lemak. Uji sensori melibatkan 30 panelis yang menilai rasa, aroma, tekstur, dan penampakan menggunakan skala hedonik. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Tukey. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai sambal ikan layang dikeringkan daripada ikan layang yang diasap. Adapun hasil pengujian kandungan protein dan lemak tidak memberikan pengaruh yang signifikan, dimana kandungan protein sambal ikan asap dan yang dikeringkan berturut-turut 9,99% dan 10,48%. Sedangkan kandungan lemak sambal ikan asap dan yang dikeringkan berturut-turut 13,47% dan 13,79%.

Metode pengolahan pengeringan dan pengasapan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kandungan protein dan lemak sambal ikan layang.Secara sensori, panelis lebih menyukai sambal ikan layang yang dikeringkan dibandingkan yang diasap.Kualitas sensori sambal ikan layang dipengaruhi oleh tekstur, aroma, rasa, dan penampakan yang dihasilkan dari masing-masing metode pengolahan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh metode pengolahan lainnya, seperti fermentasi atau pengalengan, terhadap kandungan nutrisi dan kualitas sensori sambal ikan layang agar diversifikasi produk bisa lebih luas. Kedua, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang metode pengeringan dan pengasapan terhadap umur simpan serta keamanan produk sambal ikan layang dari kontaminasi mikroba dan zat karsinogenik. Ketiga, sebaiknya dikaji pula pengaruh penambahan bahan alami seperti rempah antioksidan terhadap retensi nutrisi dan penerimaan konsumen terhadap sambal ikan layang dalam bentuk olahan siap saji yang sehat dan bernilai ekonomi tinggi.

  1. Tingkat Kesukaan Sambal Ikan Teri (Stolephorus sp) Secara Organoleptik | Gorontalo Agriculture Technology... doi.org/10.32662/gatj.v4i2.1815Tingkat Kesukaan Sambal Ikan Teri Stolephorus sp Secara Organoleptik Gorontalo Agriculture Technology doi 10 32662 gatj v4i2 1815
  2. Aktivitas Antioksidan Caulerpa sp. Segar dan Rebus : Antioxidant Activity of Fresh and Boiled Caulerpa... doi.org/10.17844/jphpi.v23i3.33869Aktivitas Antioksidan Caulerpa sp Segar dan Rebus Antioxidant Activity of Fresh and Boiled Caulerpa doi 10 17844 jphpi v23i3 33869
Read online
File size1.51 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test