PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Penggunaan minyak goreng berulang pada suhu tinggi akan menyebabkan penurunan kualitas dan nilai gizi makanan yang digoreng, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan konsumen. Penggunaan berulang akan meningkatkan kadar asam lemak bebas (ALB) dalam minyak goreng sehingga berdampak negatif pada kesehatan orang yang mengonsumsinya atau menggunakannya sebagai media pemanas (menggoreng). Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkan minyak goreng bekas dan adsorben dalam komposisi. Karena hal ini, muncul ide untuk menggunakan noni sebagai adsorben untuk penjernihan minyak goreng bekas dengan cara adsorpsi menggunakan campuran noni (M) dan kaolin (K) dengan memvariasikan komposisi dan waktu kontak. Fungsi adsorben ini umumnya adalah menyerap kotoran, bau dan zat kimia yang beracun dalam minyak goreng bekas. Asam askorbat yang terkandung dalam buah noni juga berfungsi sebagai antioksidan, yaitu zat yang mampu menetralkan gugus peroksida yang terkandung dalam minyak goreng bekas. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkan minyak goreng bekas dan adsorben dalam komposisi (100:0 ; 75:25 ; 50:50 ; 25:75 ; 0:100) selama 30, 60, 90 dan 120 menit secara berturut-turut dengan kaolin yang diaktifkan dan tidak diaktifkan sebagai variabel kontrol. Minyak setelah adsorpsi kemudian diamati perubahan pada angka asam, nilai peroksida, kadar air, kadar kotoran dan intensitas warna.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kondisi optimum untuk perbandingan adsorben dalam meningkatkan kualitas minyak goreng bekas adalah.(a) pada adsorben noni dan kaolin aktif, perbandingan terbaik yang diperoleh adalah 100.0 dengan asam lemak bebas 0,308 mgKOH/g dengan penurunan 89,44%, nilai peroksida 1,6 meq/kg, kadar kotoran 0,02428% dan kadar air 0,0057% (b) pada adsorben noni tidak aktif dan kaolin, perbandingan terbaik yang diperoleh adalah 50.50 dengan asam lemak bebas 0,253 mgKOH/g dengan penurunan 91,33%.Sementara itu, nilai peroksida adalah 1,2 meq/kg, kadar kotoran adalah 002428% dan kadar air adalah 0,0057% dalam perbandingan 100.(a) adsorben noni dan kaolin aktif adalah 90 menit untuk asam lemak bebas, nilai peroksida dan kadar air.Sementara untuk kadar kotoran adalah 30 menit.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan lebih lanjut pemanfaatan limbah organik sebagai adsorben penjernih minyak goreng bekas. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis dan konsentrasi asam yang digunakan dalam proses aktivasi kaolin terhadap efektivitas adsorben. Aktivasi kaolin dengan asam yang berbeda dapat menghasilkan struktur pori yang berbeda pula, sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan adsorpsi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi parameter proses adsorpsi, seperti variasi rasio adsorben terhadap minyak goreng bekas, suhu, dan waktu kontak. Dengan mengoptimalkan parameter-parameter ini, diharapkan dapat diperoleh kondisi adsorpsi yang paling efektif untuk menghasilkan minyak goreng bekas yang lebih bersih dan aman digunakan. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif antara adsorben noni-kaolin dengan adsorben lain yang umum digunakan dalam penjernihan minyak goreng, seperti karbon aktif atau zeolit. Studi ini akan memberikan gambaran mengenai keunggulan dan kelemahan adsorben noni-kaolin dibandingkan dengan adsorben lain, serta potensi aplikasinya dalam skala industri.

Read online
File size435.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test