PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Penelitian mengenai produksi edible film dari kolang-kaling dengan variasi penambahan gliserol dan durasi pemanasan telah dilaksanakan dengan konsentrasi gliserol 0; 0,5; 1; 1,5; dan 2 mL, serta waktu pemanasan 5, 10, 15, 20, dan 25 menit pada suhu 70°C. Studi ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan gliserol dan durasi pemanasan terhadap karakteristik edible film kolang-kaling dengan penambahan Karboksimetil Selulosa (CMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik terbaik diperoleh dengan penambahan gliserol 1 mL dan waktu pemanasan 20 menit, menghasilkan ketebalan film 0,053 mm, WVTR 3,4632 g/m²/hari, kuat tarik 14,316 MPa, biodegradabilitas 52,53%, dan suhu degradasi termal awal 257,66°C. Berdasarkan hasil ini, edible film dari kolang-kaling memiliki potensi untuk digunakan sebagai alternatif kemasan pangan ramah lingkungan guna menggantikan plastik sekali pakai.

Durasi pemanasan secara signifikan memengaruhi sifat fisik, mekanis, dan biodegradasi edible film kolang-kaling, dengan waktu 15 hingga 20 menit menunjukkan hasil optimal pada ketebalan, kuat tarik, ketahanan uap air, serta biodegradasi di atas 50%.Penambahan gliserol juga krusial dalam menentukan fleksibilitas, kekuatan, dan properti barier film.Kondisi terbaik tercapai pada penambahan 1 mL gliserol dan pemanasan 20 menit, menghasilkan film dengan karakteristik superior seperti kuat tarik 14,316 MPa, WVTR 3,4632 g/m²/hari, dan stabilitas termal yang baik, menjadikannya kemasan ramah lingkungan yang sesuai standar.

Untuk mengembangkan lebih lanjut potensi edible film dari kolang-kaling sebagai kemasan pangan yang berkelanjutan, beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk menyelidiki penggunaan jenis pemplastis (plasticizer) atau agen penguat alami lainnya selain gliserol dan CMC, serta menguji berbagai konsentrasinya, guna mengoptimalkan sifat mekanis film, seperti mengurangi kerapuhan, meningkatkan elastisitas, dan mengatasi masalah penyusutan yang dapat terjadi selama penyimpanan jangka panjang. Penelitian ini bisa berbentuk studi komparatif dengan pemplastis seperti sorbitol atau polietilen glikol, atau bahkan kombinasi biopolimer lain yang dapat membentuk matriks film yang lebih stabil. Kedua, mempertimbangkan peran edible film sebagai kemasan aktif, studi dapat difokuskan pada penggabungan senyawa bioaktif seperti antimikroba atau antioksidan alami dari sumber lain ke dalam formulasi film. Ini akan menciptakan edible film fungsional yang tidak hanya melindungi produk dari kerusakan fisik, tetapi juga memperpanjang masa simpan makanan dengan menghambat pertumbuhan mikroorganisme atau oksidasi. Pertanyaan penelitian di sini bisa meliputi efektivitas berbagai ekstrak alami pada edible film dan mekanisme pelepasannya. Ketiga, penting untuk meneliti lebih lanjut dampak dari variasi parameter pemrosesan yang belum dieksplorasi secara mendalam, seperti suhu pemanasan yang berbeda atau metode pengeringan alternatif seperti pengeringan beku (freeze-drying) atau vakum. Pengujian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif bagaimana setiap parameter memengaruhi struktur mikro dan sifat barier film terhadap uap air dan gas lainnya, sehingga dapat ditemukan kondisi produksi yang paling efisien dan efektif untuk aplikasi kemasan pangan spesifik. Dengan demikian, kita dapat menghasilkan edible film yang tidak hanya kuat dan fleksibel, tetapi juga memiliki fitur aktif dan stabilitas yang lebih baik di bawah berbagai kondisi lingkungan.

Read online
File size228.96 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test