SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Remaja merupakan kelompok populasi yang rentan terhadap berbagai perilaku berisiko yang dapat mengancam kesehatan mereka. Salah satu perilaku berisiko yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah perilaku seksual menyimpang pada remaja, salah satu penyebab perilaku seksual menyimpang ini diakibatkan oleh penggunaan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui X Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas XI di SMA Negeri dengan jumlah 191 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu Cluster Sampling dan simple random. Hasil uji statistik didapatkan P value 0,032 (p > 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 5 Bukittinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar remaja menggunakan media sosial dengan kategori positif, dan sebagian besar remaja memiliki perilaku seksual tidak menyimpang, sehingga terdapat X Bukittinggi. Penelitian ini diharapkan agar responden lebih meningkatkan kesadaran dan edukasi terhadap risiko perilaku seksual remaja, meningkatkan peran orangtua dan guru, serta lebih bijak dalam penggunaan media sosial.

Sebagian besar remaja menggunakan media sosial dengan kategori positif, dan sebagian besar remaja memiliki perilaku seksual tidak menyimpang.Penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan edukasi terhadap risiko perilaku seksual remaja, serta meningkatkan peran orangtua dan guru dalam membimbing remaja agar lebih bijak dalam penggunaan media sosial.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku seksual remaja, seperti pengaruh teman sebaya, lingkungan keluarga, dan pendidikan seksualitas. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif remaja terkait penggunaan media sosial dan perilaku seksual. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan edukasi tentang risiko perilaku seksual remaja, serta membekali remaja dengan keterampilan untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas perilaku seksual remaja di era digital dan berkontribusi pada pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif.

Read online
File size300.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test