UNIRAYAUNIRAYA
Jurnal Panah HukumJurnal Panah HukumMinyak dan gas merupakan barang utama yang menggerakkan roda perekonomian, meski semuanya setara. Dengan asumsi kita mengacu pada hipotesis moneter ekonomi yang tidak terbatas, maka keamanan pasokan kebutuhan minyak dan gas yang mudah terbakar seharusnya dipenuhi melalui instrumen pasar. Namun kondisi ini tidak terjadi karena adanya kejahatan yang berkaitan dengan minyak dan gas bumi, salah satu tindak pidana yang telah diperiksa dan diadili oleh Majelis Hakim yaitu studi putusan Nomor 86/Pid.Sus/2018/PN.Jpa. Pada putusan tersebut, berdasarkan ketentuan pada Pasal 53 huruf b Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Migas. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui bahan pustaka yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif yang bersifat deskriptif dan penarikan kesimpulan dengan metode deduktif. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penjatuhan hukuman yang diberikan oleh Majelis Hakim dalam memutus perkara kepada terdakwa pengangkutan Minyak dan Gas Bumi (studi putusan nomor 86/Pid.Sus/2018/PN.Jpa) kurang tepat, terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu bulan lima belas hari dibandingkan dalam dakwaannya diancam hukuman pidana penjara paling lama empat tahun dan denda empat puluh miliar rupiah sedangkan dalam penerapan penjatuhan tuntutan jaksa penuntut umum hukumannya lebih ringan yaitu dua bulan dan denda sebesar satu juta (Rp. 1.000.000,00). Penulis menyarankan Majelis Hakim dalam memutus sebuah perkara haruslah mempertimbangkan kemanfaatan dan tujuam dari pemidanaan agar para pelaku pidana maupun masyarakat lain tidak mengulangi atau melakukan perbuatan yang dilanggar oleh Undang-undang.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penjatuhan hukuman yang diberikan oleh Majelis Hakim dalam memutus perkara kepada terdakwa pengangkutan Minyak dan Gas Bumi (studi putusan nomor 86/Pid.Terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu bulan lima belas hari dibandingkan dalam dakwaannya diancam hukuman pidana penjara paling lama empat tahun dan denda empat puluh miliar rupiah.Majelis Hakim dalam memutus sebuah perkara haruslah mempertimbangkan kemanfaatan dan tujuam dari pemidanaan agar para pelaku pidana maupun masyarakat lain tidak mengulangi atau melakukan perbuatan yang dilanggar oleh Undang-undang.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, dapat dirumuskan beberapa saran penelitian lanjutan yang konstruktif. Pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penjatuhan hukuman dalam kasus tindak pidana pengangkutan minyak dan gas tanpa izin, dengan fokus pada analisis dampak hukuman terhadap pencegahan tindak pidana serupa di masa depan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji lebih dalam mengenai peran serta tanggung jawab pemerintah dalam pengawasan dan penegakan hukum terkait peredaran minyak dan gas ilegal, termasuk evaluasi terhadap efektivitas regulasi yang ada. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial, ekonomi, dan geografis yang berkontribusi terhadap terjadinya tindak pidana pengangkutan minyak dan gas tanpa izin, sehingga dapat dirumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas permasalahan pengangkutan minyak dan gas ilegal, serta mendorong pengembangan strategi penanggulangan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
- PENJATUHAN HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUDUPAN MANUSIA DI BAWAH ANCAMAN BATAS MINIMUM... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1353PENJATUHAN HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUDUPAN MANUSIA DI BAWAH ANCAMAN BATAS MINIMUM doi 10 57094 jph v3i2 1353
- PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT DAN MATINYA ORANG | Jurnal Panah... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1930PUTUSAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN LUKA BERAT DAN MATINYA ORANG Jurnal Panah doi 10 57094 jph v3i2 1930
- KEKUATAN HUKUM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN SECARA HUKUM ADAT | Jurnal Panah Hukum.... doi.org/10.57094/jph.v3i2.1474KEKUATAN HUKUM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN SECARA HUKUM ADAT Jurnal Panah Hukum doi 10 57094 jph v3i2 1474
| File size | 433.41 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Secara normatif peraturan perundang‑undangan menegaskan sertifikat elektronik memiliki kedudukan hukum yang setara dengan sertifikat konvensional. HalSecara normatif peraturan perundang‑undangan menegaskan sertifikat elektronik memiliki kedudukan hukum yang setara dengan sertifikat konvensional. Hal
IBRAHIMYIBRAHIMY Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif serta pendekatan undang‑undang, dengan teknik studi kepustakaan dan analisis perspektif. HasilMetode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif serta pendekatan undang‑undang, dengan teknik studi kepustakaan dan analisis perspektif. Hasil
SAINSSAINS Meskipun kerangka hukum telah tersedia, penegakan hukum terhadap korporasi masih menghadapi hambatan struktural, substansial, dan kultural, termasuk kesulitanMeskipun kerangka hukum telah tersedia, penegakan hukum terhadap korporasi masih menghadapi hambatan struktural, substansial, dan kultural, termasuk kesulitan
UNIRAYAUNIRAYA Bisa diketahui bahwa dalam hal jaksa penuntut umum melanggar kode etik dengan menggunakan barang bukti dan alat bukti yang diduga telah direkayasa atauBisa diketahui bahwa dalam hal jaksa penuntut umum melanggar kode etik dengan menggunakan barang bukti dan alat bukti yang diduga telah direkayasa atau
PUBMEDIAPUBMEDIA The conclusion of this study states that although restorative justice has excellent potential in resolving the phenomenon of child bullying that occursThe conclusion of this study states that although restorative justice has excellent potential in resolving the phenomenon of child bullying that occurs
UNSUNS Artikel ini menggunakan kajian hukum normatif yang mengkaji hukum tertulis atau formal dari aspek filosofi, normatif, dan struktur hukum. Penelitian iniArtikel ini menggunakan kajian hukum normatif yang mengkaji hukum tertulis atau formal dari aspek filosofi, normatif, dan struktur hukum. Penelitian ini
PUBMEDIAPUBMEDIA Hasilnya menunjukkan bahwa KUHP 2023 menyediakan kerangka yang lebih sistematis dan proporsional untuk tindak pidana terkait agama. Adopsi keadilan korektifHasilnya menunjukkan bahwa KUHP 2023 menyediakan kerangka yang lebih sistematis dan proporsional untuk tindak pidana terkait agama. Adopsi keadilan korektif
UNIRAYAUNIRAYA Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan menggunakan metodologi deskriptif. Dalam putusan tersebut, ditetapkan bahwa terdakwa melanggarPenelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan menggunakan metodologi deskriptif. Dalam putusan tersebut, ditetapkan bahwa terdakwa melanggar
Useful /
LPKIALPKIA Tahapan yang dilakukan mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, serta pengujian. Data yang digunakan berasal dari transaksi keuanganTahapan yang dilakukan mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, serta pengujian. Data yang digunakan berasal dari transaksi keuangan
SAINSSAINS Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan normatif dan empiris dalam penelitian kualitatif studi pustaka dan lapangan kali ini. Penulis akanDalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan normatif dan empiris dalam penelitian kualitatif studi pustaka dan lapangan kali ini. Penulis akan
SAINSSAINS Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sektor transportasi melalui hadirnya layanan transportasi berbasis aplikasi diPerkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sektor transportasi melalui hadirnya layanan transportasi berbasis aplikasi di
UMSUMS Pengganti air susu ibu yang diberikan atas indikasi medis untuk usia 0-6 bulan disebut dengan susu formula. Promosi susu formula telah diatur dalam PermenkesPengganti air susu ibu yang diberikan atas indikasi medis untuk usia 0-6 bulan disebut dengan susu formula. Promosi susu formula telah diatur dalam Permenkes