ISI DPSISI DPS

Prabangkara : Jurnal Seni Rupa dan DesainPrabangkara : Jurnal Seni Rupa dan Desain

Iklan televisi masuk dalam kategori media above the line, karena informasi yang disebarkan bersifat serempak dan luas. Setiap iklan di media televisi memiliki konsep yang berbeda untuk memenangkan pangsa pasar. Salah satu iklan televisi yang menarik perhatian adalah iklan produk susu formula, dimana antara produsen susu formula, ada dua brand yang terkenal dan merupakan perusahaan besar di Indonesia, yakni SGM dan Dancow. Kedua brand tersebut selalu menayangkan iklan yang unik dengan konsep yang berbeda, yang tentu saja memiliki makna yang berbeda pula. Kedua iklan tersebut, memiliki struktur yang di dalamnya terdiri dari unsur visual dan audio, unsur-unsur tersebut saling mengikat, menciptakan makna tertentu. Fokus kajian dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan secara analitis struktur serta makna yang terkandung dalam iklan susu formula SGM dan Dancow. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif interpretatif, dengan melibatkan pendekatan periklanan dan semiotika Roland Barthes. Manfaat dari penelitian untuk membuka wawasan dalam memahami struktur dan makna iklan di media televisi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penerapan unsur visual dan unsur audio pada kedua iklan memiliki beberapa persamaan dan perbedaan yang signifikan. Unsur-unsur tersebut sangat bergantung pada pertimbangan logika realitas maupun kebutuhan naratif (cerita). Sedangkan makna yang ada dibalik kedua iklan memiliki perbedaan, iklan televisi SGM lebih menonjolkan tentang karakter ideal anak usia dini, sedangkan iklan televisi Dancow lebih menawakan persepsi baru, mencoba membantah mitos seputar anak yang beredar di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, struktur iklan dapat dijabarkan ke dalam unsur visual (Seen Words, Picture, Colour, Movement) dan unsur audio (heard word), yang mana ada beberapa simpulan yang didapat dari kedua iklan susu formula di media televisi, diantaranya.Seen Words, pada kedua iklan susu formula diidentifikasi berupa logo, teks pendukung ilustrasi yang berfungsi untuk memperkenalkan kandungan nutrisi yang terdapat dalam produk yang diiklankan.Intensitas kehadiran seen words pada kedua iklan sangat berbeda, iklan SGM lebih banyak menampilkan seen words, sedangkan penggunaan seen words pada iklan Dancow hanya ada pada akhir tayangan iklan berupa tagline yang singkat, sederhana, terdengar menarik dan berirama, di dalamnya terdapat musikalitas pengucapan.Dalam kedua iklan, seen words berperan untuk meningkatkan brand awareness, membangkitkan perasaan dan kesan yang baik sehingga meningkatkan nilai produk.Picture, unsur ini diidentifikasi berupa figur atau model, properti, latar tempat dan waktu serta adegan yang ditampilkan.Dari kedua iklan, dapat diidentifikasi bahwa keduanya memiliki persamaan, yakni sama-sama menggunakan dua model utama, yang berperan sebagai sosok anak dan model wanita dewasa yang berperan sebagai sosok ibu.Kedua iklan juga menggambarkan adegan kebersamaan dan keharmonisan seorang ibu dan anak dalam kehidupan keseharian.Hal ini mempengaruhi properti dan latar yang diatur sedemikian rupa, sehingga meyakinkan audiens bahwa seluruh adegan atau peristiwa dalam iklan benar-benar terjadi dalam lokasi dan latar waktu yang sesungguhnya.Colour, pada tampilan kedua iklan, warna diidentifikasi sebagai perwakilan dari produk yang diiklankan.Model anak dalam kedua iklan selalu menggunakan colour identity dari produk yang diiklankan.Hal ini dapat dilihat dari warna atau motif pakaian yang dikenakan, yakni warna merah untuk menunjukkan colour indentity brand SGM, sedangkan warna kuning menunjukkan colour indentity brand Dancow.Movement, unsur ini berfungsi untuk memotivasi dan memegang peran kunci untuk menggerakkan atau menghidupkan narasi iklan.Pergerakkan model atau figur selalu dibatasi dan disesuaikan dengan tuntutan cerita.Pada tampilan kedua iklan, movement selalu dikaitkan dengan kebutuhan psikologis para ibu yang menginginkan masa depan yang lebih baik bagi sang anak.Ada perbedaan yang mendasar pada kedua iklan, dapat diidentifikasi bahwa iklan SGM lebih menampilkan sisi keunggulan produk dengan cara komparatif, iklan SGM secara tidak langsung membandingkan keunggulan karakter anak yang mengkonsumsi susu SGM dengan karakter anak pada umumnya.Sedangkan Dancow lebih menampilkan bagaimana sisi positif dari memberikan kebebasan anak untuk berekspresi dan bereksplorasi, dengan kehadiran produk Dancow sebagai pemecah masalah.Unsur Audio pada tampilan kedua iklan, cenderung menggunakan music background, dialog percakapan yang bersumber dari model iklan dan narator.Selain berfungsi untuk membangun suasana atau mood, juga untuk menjelaskan esensi dari adegan, dan mengkomunikasikan nilai merek, manfaat atau keunggulan produk.Makna dari kedua iklan memiliki perbedaan, yakni untuk iklan SGM dapat diidentifikasi bahwa pemaknaan bersumber dari sosok anak berbaju merah yang hadir di sepanjang tayangan iklan.Adapun makna yang ditekankan adalah perwujudan karakter ideal dari anak usia dini, diantaranya karakter berani, percaya diri, tanggap dan peduli terhadap sesama, cerdas dan mandiri.Iklan SGM memanfaatkan mitos anak ideal sebagai gimmick untuk mempersuasi audiens.Sedangkan pemaknaan iklan Dancow bersumber dari interaksi antara ibu dan anak yang ditampilkan dalam iklan.Adapun makna yang ditekankan adalah perubahan persepsi orangtua (ibu), mencoba membantah mitos seputar anak yang beredar di tengah masyarakat.Menawarkan persepsi baru, bahwa dengan memberikan anak kebebasan berekpresi dan bereksplorasi, dapat mengoptimalkan tumbuh kembang dan menumbuhkan sisi positif yang ada dalam diri anak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Mengkaji lebih dalam tentang pengaruh iklan susu formula terhadap perilaku konsumsi masyarakat, khususnya dalam hal pemilihan merek dan preferensi produk. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode survei atau wawancara mendalam kepada konsumen susu formula.. . 2. Melakukan analisis komparatif antara iklan susu formula SGM dan Dancow dengan merek-merek susu formula lainnya di Indonesia, untuk melihat strategi dan pendekatan yang digunakan dalam membangun citra merek dan mempengaruhi persepsi konsumen.. . 3. Meneliti dampak sosial dan budaya dari iklan susu formula, terutama dalam hal pembentukan citra ideal anak dan peran orangtua dalam masyarakat modern. Penelitian ini dapat melibatkan pendekatan antropologi dan sosiologi untuk memahami pengaruh iklan terhadap nilai-nilai dan norma-norma sosial.

Read online
File size2.03 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test