ISI DPSISI DPS

Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsLekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam bagaimana billboard Bali Arts Festival XLV Tahun 2023 menyampaikan pesan melalui tanda-tanda visual. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sander Peirce, penelitian ini menganalisis ikon, indeks, dan simbol yang muncul dalam desain billboard. Hasil analisis menunjukkan bahwa tema Segara Kerthi (Samudra Harmoni) berhasil diwakili melalui penggunaan ikon seperti ilustrasi Gajah Mina yang melambangkan pelindung kesucian laut, indeks seperti matahari terbit yang menggambarkan harapan dan awal baru, serta simbol seperti logo pemerintah dan ikon media sosial yang merefleksikan dukungan dan kemajuan teknologi. Tanda-tanda visual ini memberikan makna mendalam tentang perlindungan dan apresiasi terhadap laut sebagai sumber kehidupan dan peradaban. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana tanda-tanda visual pada billboard ini menciptakan identitas budaya yang kuat, mendidik, dan menarik perhatian penonton.

Analisis tanda-tanda visual pada billboard Bali Arts Festival XLV Tahun 2023 bertujuan untuk memahami bagaimana tanda-tanda visual tersebut menyampaikan pesan yang dapat diinterpretasikan melalui kehadirannya.Hasil analisis menunjukkan bahwa tanda-tanda visual yang digunakan dalam desain billboard Bali Arts Festival XLV Tahun 2023 adalah representasi dari tema Segara Kerthi. Segara Kerthi adalah upaya untuk memulihkan laut sebagai sumber kesejahteraan universal, yang merupakan asal mula kelahiran peradaban.Penggunaan gaya visual dari wayang Bali adalah upaya untuk memperkuat nilai-nilai tradisi dan budaya lokal di Bali.Dalam proses analisis visual, ditemukan tanda-tanda menarik seperti ilustrasi Gajah Mina sebagai perwakilan penjaga kesucian laut, ilustrasi matahari terbit di tepi laut yang menggambarkan harapan dan awal baru di mana laut dianggap sebagai sumber kehidupan.Tanda-tanda seperti logo departemen terkait dan ikon media sosial acara dan panitia juga ditemukan.Hubungan yang dihasilkan dari pengaturan tanda-tanda visual ini menyampaikan makna bahwa laut adalah sumber kehidupan yang memulai kelahiran peradaban, yang harus dilestarikan, dilindungi, dan dihormati.Tanda-tanda visual pada billboard Bali Arts Festival XLV Tahun 2023 memainkan peran penting dalam menciptakan identitas budaya yang kuat, mendidik, dan menarik penonton.Penelitian ini menarik dan perlu dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan berbagai pendekatan teoritis dan interdisipliner.Hal ini karena salah satu kelemahan utama semiotika adalah sifatnya yang subjektif dalam menafsirkan tanda-tanda.Karena tergantung pada persepsi individu, analisis semiotika rentan terhadap interpretasi yang beragam dan dapat dipengaruhi oleh perspektif peneliti, latar belakang budaya, dan pengalaman pribadi.Hal ini dapat menyebabkan hasil yang inkonsisten dan subjektif dalam memahami makna tanda-tanda visual pada billboard Bali Arts Festival XLV Tahun 2023.Namun, untuk mengatasi kelemahan ini, penelitian ini dapat dikembangkan dengan menerapkan teori analisis visual lainnya, seperti teori analisis wacana.Dengan pendekatan yang beragam, peneliti dapat lebih jauh mengeksplorasi konteks sosial, politik, dan budaya di mana billboard diproduksi dan disebarkan.Selain itu, dengan memilih sampel penelitian atau objek yang serupa, seperti billboard promosi untuk acara seni dan budaya lainnya di Bali atau tempat lain, penelitian ini dapat memperluas cakupan analisis dan membandingkan penggunaan tanda-tanda visual dan dampaknya dalam konteks yang berbeda.Upaya ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam dan kontribusi positif bagi peneliti dalam menganalisis karya komunikasi visual.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis wacana terhadap billboard Bali Arts Festival XLV Tahun 2023 untuk memahami konteks sosial, politik, dan budaya yang melatarbelakangi produksi dan penyebaran billboard tersebut. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan menganalisis billboard promosi untuk acara seni dan budaya lainnya di Bali atau tempat lain, untuk membandingkan penggunaan tanda-tanda visual dan dampaknya dalam konteks yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran billboard dalam komunikasi visual dan kontribusinya dalam mempromosikan acara seni dan budaya.

  1. VISUAL SIGNS ON THE BILLBOARD OF BALI ARTS FESTIVAL XLV YEAR 2023 : PEIRCE SEMIOTICS ANALYSIS | Lekesan:... jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/lekesan/article/view/2812VISUAL SIGNS ON THE BILLBOARD OF BALI ARTS FESTIVAL XLV YEAR 2023 PEIRCE SEMIOTICS ANALYSIS Lekesan jurnal isi dps ac index php lekesan article view 2812
Read online
File size443.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test