UNMUNM

DEDIKASIDEDIKASI

Pelatihan penggunaan simulator K3 alat berat merupakan salah satu solusi inovatif dalam meningkatkan kompetensi keahlian siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada program keahlian teknik alat berat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Kristen Harapan Rantepao yang berada di wilayah Toraja Utara. Sekolah ini menghadapi keterbatasan fasilitas praktik akibat pentingnya pemahaman risiko keselamatan dalam penggunaannya. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang aman, efisien, dan mendekati kondisi nyata melalui teknologi simulasi. Pelatihan dilakukan selama dua hari mencakup materi, keselamatan kerja, serta praktik langsung menggunakan simulator alat berat berbasis komputer. Metode pelatihan yang digunakan bersifat partisipatif, dengan pendekatan yang menekankan pada pemahaman dan penguatan menggunakan praktik. Hasil observasi menunjukkan bahwa para siswa mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep, dampak dan penangan resiko alat berat. Respons peserta sangat positif, dan mayoritas menyatakan bahwa pelatihan ini meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi dunia kerja. Pihak sekolah juga memberikan dukungan penuh dan berkomitmen untuk menjadikan simulator sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran kejuruan.

Pelaksanaan pelatihan simulator K3 alat berat ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa terkait dampak dan penanganan kecelakaan siswa SMK Kristen Harapan Rantepao, khususnya pada potensi potensi kecelakaan pada alat berat.Hasil observasi pelatihan menunjukkan bahwa materi dan metode pelatihan yang digunakan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengetahui dampak dan resiko serta penanganan kecelakaan kerja pada bidang alat berat.Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari meliputi memberi pengetahuan dampak dan resiko alat berat, pelatihan keselamatan kerja, menyaksikan simulator kecelakaan kerja, hingga, telah dirancang secara sistematis dan aplikatif dengan bimbingan dan arahan pendamping dari industri dan pendamping SMK PK dari universitas Negeri makassar.Melalui pendekatan praktik langsung melalui simulator, peserta memperoleh pengalaman yang realistis terkait dampak dan penanganan kecelakaan Kerja di Industri.Respon siswa terhadap pelatihan ini juga sangat positif, di mana sebagian besar menyatakan bahwa pelatihan memberikan wawasan baru, meningkatkan motivasi belajar, serta meningkatkan kesiapan mereka untuk menghadapi dunia kerja.Hal ini ditunjukkan dengan persentase respon positif lebih dari 85% pada hampir seluruh aspek evaluasi pasca pelatihan.Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya memperkuat kompetensi teknis siswa, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi simulasi.Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju integrasi pembelajaran praktik yang lebih modern, aman, dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.Untuk keberlanjutan, dibutuhkan dukungan dari pihak sekolah dan mitra industri guna mengintegrasikan simulator dalam proses belajar-mengajar secara rutin.

1. Integrasi simulator K3 ke dalam kurikulum pembelajaran praktik di SMK Kristen Harapan Rantepao, sehingga pelatihan menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan dan kompetensi supervisi K3 Industri. 2. Pelaksanaan pelatihan lanjutan yang dirancang bersama dengan industri mitra, untuk memenuhi kebutuhan industri dan meningkatkan kompetensi siswa. 3. Pengadaan dan pemeliharaan perangkat simulator yang berstandar industri, agar kompetensi siswa dapat mendukung pemenuhan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. 4. Pelatihan guru produktif oleh industri mitra, agar guru mampu menjadi fasilitator mandiri dalam penggunaan simulator dan meningkatkan kualitas pembelajaran praktik di sekolah.

Read online
File size218.34 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test