UNDIKSHAUNDIKSHA

Ganesha Civic Education JournalGanesha Civic Education Journal

Ekstremisme di kalangan mahasiswa dapat memiliki konsekuensi yang sangat serius, tidak hanya merusak citra institusi pendidikan tetapi juga menimbulkan kerusakan sosial yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi tanda-tanda awal perilaku ekstremis di kalangan mahasiswa melalui media sosial; 2) mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mendorong atau mengurangi kecenderungan perilaku ekstremisme melalui media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan perilaku ekstremisme berbasis digital di kalangan mahasiswa dapat dikategorikan tinggi, karena frekuensi terbanyak responden (35,10%) berada pada kategori tinggi. Kecenderungan ekstremisme berbasis digital pada mahasiswa lebih banyak terletak pada level ideologis dan sikap (loyalitas, pembenaran kekerasan, dan penolakan keberagaman) dibandingkan pada level tindakan nyata (akses, keterlibatan komunitas, maupun kesiapan bertindak ekstrem). Dengan kata lain, mahasiswa berada pada fase kerentanan ideologis yang memerlukan perhatian serius melalui program literasi digital, penguatan pemahaman kebangsaan, serta pembelajaran toleransi untuk mencegah berkembangnya sikap ideologis tersebut menjadi perilaku ekstrem yang konkret.

Secara keseluruhan, tingkat kecenderungan perilaku ekstremisme berbasis digital di kalangan mahasiswa dapat dikategorikan tinggi, menunjukkan bahwa mahasiswa masih cukup rentan terhadap paparan konten ekstremisme di ruang digital.Kecenderungan ekstremisme ini lebih banyak terletak pada level ideologis dan sikap, seperti loyalitas kelompok, pembenaran kekerasan, dan penolakan keberagaman, dibandingkan pada tindakan nyata.Oleh karena itu, diperlukan perhatian serius melalui program literasi digital, penguatan pemahaman kebangsaan, dan pembelajaran toleransi untuk mencegah perkembangan sikap ideologis tersebut menjadi perilaku ekstrem yang konkret.

Penelitian lanjutan perlu menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi kecenderungan ekstremisme digital di kalangan mahasiswa, seperti latar belakang keluarga dan tingkat literasi digital. Selain itu, penelitian kualitatif dapat digunakan untuk memahami dinamika ideologis dan sikap mahasiswa yang mendukung justifikasi kekerasan dan penolakan keberagaman. Pengembangan instrumen penelitian dengan indikator yang lebih komprehensif, termasuk peran media sosial dan influencer ideologis, juga penting dilakukan. Penelitian komparatif antar daerah atau universitas dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pola kecenderungan ekstremisme. Terakhir, penelitian aksi dapat menguji efektivitas program literasi digital dan pendidikan toleransi dalam menekan kecenderungan ekstremisme di kalangan mahasiswa, dengan tujuan menciptakan lingkungan kampus yang lebih inklusif dan harmonis. Upaya-upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencegah radikalisasi dan ekstremisme di kalangan generasi muda, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di masyarakat.

  1. Studi Komparasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Berbasis Keagamaan Tentang Kesadaran Penyebaran Paham Ekstrimisme... jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/1335Studi Komparasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Berbasis Keagamaan Tentang Kesadaran Penyebaran Paham Ekstrimisme jipp unram ac index php jipp article view 1335
  2. Konstruksi Toleransi pada Akun Media Sosial Jaringan Gusdurian | Dewi | LENTERA. konstruksi toleransi... journal.iain-samarinda.ac.id/index.php/lentera/article/view/2159Konstruksi Toleransi pada Akun Media Sosial Jaringan Gusdurian Dewi LENTERA konstruksi toleransi journal iain samarinda ac index php lentera article view 2159
Read online
File size381.38 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test