JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengidentifikasi keragaman cendawan endofit asal rizosfer tanaman kakao berdasarkan ketinggian tempat berbeda yakni 110 dpl dan 585 dpl di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Cendawan endofit diperoleh dari lahan tanaman kakao ketinggian tempat 110 dpl dan 585 dpl pada bagian rizosfer kedalaman 1-10 cm, dengan menggunakan diagonal sampling, sehingga ditemukan 10 titik pengambilan sampel pada masing-masing ketinggian. Isolat cendawan yang telah dipilih yang berpotensi kemudian diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil seleksi dan identifikasi isolat diperoleh 8 isolat cendawan endofit asal rizosfer tanaman kakao ketinggian 585 dpl dan untuk ketinggian 110 dpl 4 isolat cendawan endofit. 3 isolat ditemukan yang sama baik di ketinggian 585 dpl maupun 110 dpl yakni Trichoderma, Asperigillus mf 1 dan Asperigillus mf 2 dan 5 isolat berbeda yang ditemukan pada ketinggian 585 dpl yakni Gliocladium mf 1, Gliocladium mf 2, Penicillium, dan Trichoderma mf 2 dan satu isolat Unidentified, dan pada ketinggian 110dpl ditemukan satu isolat Unidentified.

Berdasarkan hasil seleksi dan identifikasi diperoleh 8 isolat cendawan endofit asal rizosfer tanaman kakao pada ketinggian 585 dpl dan untuk ketinggian 110 dpl terdapat 4 isolat cendawan endofit.3 isolat ditemukan sama baik di ketinggian 585 dpl maupun ketinggian 110 dpl yakni Trichoderma, Asperigillus mf1 dan Asperigillus mf2 dan 5 isolat berbeda yang ditemukan pada ketinggian 585 dpl yakni Gliocladium mf1, Gliocladium mf2, Penicillium, dan Trichoderma mf 2 dan satu isolat Unidentified.Pada ketinggian 110 dpl juga ditemukan satu isolat Unidentified.Cendawan endofit Penicillium, Trichoderma, Asperigillus dan Gliocladium berpotensi dikembangkan menjadi agens biokontrol penyakit busuk buah pada tanaman kakao.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai mekanisme interaksi antara cendawan endofit yang diisolasi dengan patogen penyakit busuk buah kakao, termasuk identifikasi senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh cendawan endofit yang berperan dalam pengendalian penyakit. Kedua, penting untuk menguji efektivitas cendawan endofit sebagai agens biokontrol secara in vivo pada kondisi lapangan dengan memperhatikan faktor lingkungan seperti kelembaban, suhu, dan intensitas cahaya. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi cendawan endofit yang tepat untuk aplikasi lapangan, seperti formulasi mikrobia yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup cendawan endofit di dalam tanah dan meningkatkan efektivitas pengendalian penyakit.

  1. Isolation and Identification of mould inhabiting plant rizosphere in Gunung Mutis Natural Reserve, East... doi.org/10.13057/biodiv/d070304Isolation and Identification of mould inhabiting plant rizosphere in Gunung Mutis Natural Reserve East doi 10 13057 biodiv d070304
  2. Impact of Pesticides on the Diversity of Fungi at Local Shallot in Palu, Indonesia. impact pesticides... ijcmas.com/abstractview.php?ID=13954&vol=8-8-2019&SNo=83Impact of Pesticides on the Diversity of Fungi at Local Shallot in Palu Indonesia impact pesticides ijcmas abstractview php ID 13954 vol 8 8 2019 SNo 83
  3. Isolasi dan karakterisasi cendawan endofit asal rizosfer bawang merah “Lembah Palu”... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/article/view/28242Isolasi dan karakterisasi cendawan endofit asal rizosfer bawang merah yCeLembah PaluyCAy journal uinsgd ac index php ja article view 28242
Read online
File size871.62 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test