ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya RupaBrikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa

Pekan Seni Grafis Yogyakarta (PSGY), diinisiasi oleh Grafis Minggiran, mempunyai peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan seni cetak grafis di Indonesia. Berlangsung setiap dua tahun, PSGY menjadi ajang memperkenalkan seni grafis ke khalayak luas melalui pameran, workshop, seminar, residensi, dan perlombaan. PSGY dapat dikatakan turut memproduksi sebuah kebudayaan, yakni kebudayaan grafis yang dapat menginspirasi para seniman dan masyarakat luas terkait seni grafis. Penelitian ini berupaya mengungkap nilai-nilai serta artikulasi dari suatu budaya yang diproduksi oleh PSGY. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan etnografi dengan pendekatan budaya produksi (culture of production) dari DuGay dan sirkuit budaya (Circuit of Culture) dari Stuart Hall. Melalui pembahasan yang dilakukan, didapat sepuluh nilai dalam PSGY, yakni informatif, edukatif, kolaboratif, nasionalisme, sejarah, kompetitif, dokumentasi, konsisten, inovatif, dan profesionalitas. Sementara produksi PSGY berartikulasi pada regulasi, konsumsi, dan representasi.

Pekan Seni Grafis Yogyakarta merupakan ajang seni yang digagas oleh Grafis Minggiran yang melibatkan banyak pihak.Melalui pameran seni, para pengunjung akan mendapatkan pemahaman mengenai seni cetak grafis.Melalui workshop, seminar, dan perlombaan, peserta dan pengunjung dapat lebih mendalami teknik-teknik seni cetak grafis yang menjadi bagian penting dalam pameran ini.Melalui pembahasan, didapat sepuluh nilai dalam PSGY, yakni informatif, edukatif, kolaboratif, nasionalisme, sejarah, kompetitif, dokumentasi, konsisten, inovatif, dan profesionalitas.Pada artikulasi, kita dapat melihat bahwa produksi PSGY berkaitan ke hampir semua elemen budaya, yakni konsumsi, regulasi, dan representasi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak PSGY terhadap perkembangan seni grafis di tingkat nasional, dengan fokus pada bagaimana PSGY berkontribusi pada peningkatan kualitas karya seni grafis dan munculnya talenta-talenta baru. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan survei terhadap seniman grafis yang pernah terlibat dalam PSGY, serta menganalisis tren perkembangan seni grafis di Indonesia setelah adanya PSGY. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran PSGY dalam mempromosikan seni grafis ke masyarakat luas, khususnya generasi muda. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana PSGY menggunakan media sosial dan platform digital lainnya untuk menjangkau audiens yang lebih luas, serta bagaimana PSGY melibatkan komunitas lokal dalam kegiatan-kegiatannya. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi model bisnis yang berkelanjutan bagi PSGY, mengingat penyelenggaraan acara seni seringkali menghadapi tantangan finansial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai sumber pendanaan alternatif, seperti kerjasama dengan sektor swasta, crowdfunding, atau penjualan merchandise, serta bagaimana PSGY dapat meningkatkan efisiensi operasionalnya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan seni grafis di Indonesia, serta memastikan keberlanjutan PSGY sebagai wadah apresiasi dan pengembangan seni grafis.

  1. Pekan Seni Grafis Yogyakarta Sebagai Praktik Budaya Produksi | Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik... jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/brikolase/article/view/6474Pekan Seni Grafis Yogyakarta Sebagai Praktik Budaya Produksi Brikolase Jurnal Kajian Teori Praktik jurnal isi ska ac index php brikolase article view 6474
Read online
File size322.67 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test