MANDALANURSAMANDALANURSA

Business ManagementBusiness Management

Penelitian ini menguji dampak pemasaran kewirausahaan terhadap kinerja usaha mikro di Jawa Barat, dengan fokus pada peran mediasi pemasaran digital dalam hubungan tersebut. Menggunakan desain kuantitatif kausal, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dibagikan kepada pelaku usaha mikro. Analisis mencakup uji validitas dan reliabilitas, uji beda, serta uji mediasi menggunakan prosedur sobel dan bootstrap. Kerangka konseptual mengidentifikasi pemasaran kewirausahaan yang mencakup proaktif, inovasi, pengambilan risiko terukur, orientasi peluang, dan fokus pelanggan sebagai variabel independen yang diharapkan secara langsung meningkatkan kinerja usaha mikro dan mendorong adopsi praktik pemasaran digital. Pemasaran digital didefinisikan dalam hal penggunaan media sosial, produksi konten pemasaran, manajemen hubungan pelanggan digital (CRM), platform e-commerce, dan sistem pembayaran digital, yang semuanya ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Temuan penelitian diharapkan mengungkap: (1) pengaruh positif pemasaran kewirausahaan terhadap kinerja; (2) pengaruh positif pemasaran digital terhadap kinerja; (3) dampak pemasaran kewirausahaan terhadap adopsi pemasaran digital; dan (4) peran mediasi pemasaran digital dalam hubungan antara pemasaran kewirausahaan dan kinerja usaha mikro.

Bukti empiris menunjukkan bahwa pemasaran kewirausahaan secara langsung mendorong peningkatan kinerja usaha mikro di Jawa Barat dan sekaligus mendorong keinginan untuk mengadopsi pemasaran digital, sehingga pemanfaatan media digital menjadi saluran penting yang memperkuat dampak strategi pemasaran kewirausahaan.Secara teoritis, temuan ini memperkuat kerangka pandangan berbasis sumber daya dan kapabilitas dinamis dengan menekankan bahwa kombinasi kemampuan kewirausahaan dan digital menciptakan keunggulan kompetitif, serta sejalan dengan teori perilaku penerimaan teknologi yang menjelaskan bagaimana sikap kewirausahaan memengaruhi penerimaan teknologi di bidang pemasaran.Secara praktis, hasil ini merekomendasikan agar intervensi peningkatan kapasitas usaha mikro mengintegrasikan pelatihan pemasaran kewirausahaan dengan peningkatan literasi digital dan akses, serta kebijakan pendukung yang memfasilitasi adopsi platform digital dan manajemen hubungan pelanggan berbasis teknologi untuk meningkatkan penjualan, efisiensi operasional, dan posisi pasar.

Pertama, perlu dikaji bagaimana faktor budaya lokal di berbagai wilayah Jawa Barat memengaruhi efektivitas kombinasi pemasaran kewirausahaan dan pemasaran digital, mengingat keragaman sosial-budaya yang mungkin memengaruhi perilaku konsumen dan penerimaan teknologi. Kedua, perlu diteliti peran akses dan keterampilan digital di kalangan pelaku usaha mikro perempuan atau usia lanjut, apakah terdapat hambatan struktural yang mengurangi manfaat dari pendekatan tersebut dibandingkan kelompok lain. Ketiga, penting untuk memahami bagaimana kondisi ekonomi mikro seperti fluktuasi pendapatan atau krisis sektoral memodulasi efektivitas strategi pemasaran digital yang didorong oleh jiwa kewirausahaan, agar intervensi dapat dirancang lebih adaptif terhadap ketidakpastian. Penelitian lanjutan sebaiknya mengeksplorasi interaksi antara sifat kewirausahaan individu dengan jenis platform digital yang digunakan, serta bagaimana dukungan kelembagaan seperti pelatihan atau insentif pemerintah memperkuat atau melemahkan jalur mediasi yang ditemukan. Selain itu, penting untuk menguji apakah pola yang ditemukan juga berlaku untuk usaha mikro di luar sektor perdagangan dan kuliner, seperti pertanian atau jasa kreatif, yang mungkin memiliki dinamika pemasaran berbeda. Studi juga dapat mengevaluasi efektivitas pendekatan berbasis komunitas dalam mendorong adopsi digital, mengingat pentingnya jaringan sosial dalam konteks kewirausahaan mikro. Selanjutnya, kajian mendalam tentang model bisnis berbagi sumber daya digital antar-usaha mikro bisa memberikan wawasan baru tentang efisiensi kolektif. Dengan memperluas analisis ke dimensi kontingensi seperti tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan sektor usaha, penelitian mendatang dapat menghasilkan kerangka yang lebih inklusif dan presisi. Penelitian juga perlu menilai durasi dan intensitas pelatihan kewirausahaan yang optimal untuk mendorong adopsi digital yang berkelanjutan. Temuan dari studi-studi ini akan membantu merancang kebijakan dan program pendampingan yang lebih tepat sasaran dan kontekstual bagi usaha mikro di Jawa Barat.

  1. PARADIPLOMASI PROVINSI JAWA BARAT DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI PASAR... journal2.unfari.ac.id/index.php/globalmind/en/article/view/391PARADIPLOMASI PROVINSI JAWA BARAT DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH UMKM DI PASAR journal2 unfari ac index php globalmind en article view 391
  2. The Role of Entrepreneurial Marketing, Digital Marketing Through Product Innovation on SMEs Business... journal.formosapublisher.org/index.php/jambak/article/view/9245The Role of Entrepreneurial Marketing Digital Marketing Through Product Innovation on SMEs Business journal formosapublisher index php jambak article view 9245
Read online
File size308.63 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test