IPBIPB
Jurnal Akuakultur IndonesiaJurnal Akuakultur IndonesiaTo maintain growth and survival, Asian redtail catfish postlarvae require silkworms as live food. However, due to their extreme sensitivity to natural conditions, silkworms will be exceedingly scarce during the rainy season. This study aimed to evaluate fermented commercial feed enriched with curcumin as a replacement of silkworms for the growth and survival of redtail catfish postlarvae. This study employed a complete design experiment consisting of six treatments. The Asian red tail catfish postlarvae were cultivated at a density of 5 fish/L. Fish were raised for a period of thirty days. Growth in total weight, total length, specific weight rate, specific length rate, and survival rate of postlarvae were the parameters measured. The growth evaluation results indicate that substituting silkworm feed with fermented feed supplemented with curcumin at a concentration of 1.05 g/kg resulted in growth of 6.66% (length) and 14.29% (weight) lower than the silkworm treatment. Despite this decline, it represents the most effective outcome in this study, highlighting the potential of fermented feed where enrichment with curcumin as an alternative to silkworms for Asian redtail catfish larvae nutrition. In conclusion, curcumin-enriched fermented feed can promote the growth of Asian redtail catfish postlarvae.
The study concludes that fermented feed supplemented with curcumin at a concentration of 1.05 g/kg can effectively promote the growth of Asian redtail catfish postlarvae, although it results in a slight reduction in growth compared to silkworm feed.This finding highlights the potential of curcumin-enriched fermented feed as a viable alternative to silkworms for larval nutrition.Further research is needed to optimize curcumin enrichment levels for optimal growth performance.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi pakan fermentasi yang diperkaya kurkumin sebagai alternatif pengganti cacing sutera pada budidaya ikan baung. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis optimal kurkumin dalam pakan fermentasi, dengan mempertimbangkan respons pertumbuhan dan kesehatan ikan pada berbagai tingkat penambahan kurkumin. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pakan fermentasi yang diperkaya kurkumin dibandingkan dengan jenis pakan alternatif lainnya, seperti larva serangga atau pakan buatan dengan formulasi protein yang berbeda. Ketiga, penelitian mengenai mekanisme aksi kurkumin dalam meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh ikan baung perlu dilakukan, termasuk analisis ekspresi gen terkait sistem imun dan metabolisme nutrisi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai potensi pakan fermentasi yang diperkaya kurkumin dalam mendukung keberlanjutan budidaya ikan baung.
| File size | 735.85 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA The study was conducted from May–August 2025 at the UMT Selatan experimental field using a factorial Randomized Block Design (RAK) with two factors,The study was conducted from May–August 2025 at the UMT Selatan experimental field using a factorial Randomized Block Design (RAK) with two factors,
IPBIPB Penelitian ini menunjukkan bahwa patogenisitas bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan kissing gourami menyebabkan perubahan signifikan dalam respon imun,Penelitian ini menunjukkan bahwa patogenisitas bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan kissing gourami menyebabkan perubahan signifikan dalam respon imun,
AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL The variables included the independent variable (nutritional intervention) and the dependent variable (childrens health/nutritional status). The populationThe variables included the independent variable (nutritional intervention) and the dependent variable (childrens health/nutritional status). The population
IPBIPB Penelitian ini menggunakan berat awal K. alvarezii sebesar 100 g per ikatan. Pengujian dilakukan dengan percobaan lapangan di perairan laut dengan metodePenelitian ini menggunakan berat awal K. alvarezii sebesar 100 g per ikatan. Pengujian dilakukan dengan percobaan lapangan di perairan laut dengan metode
IPBIPB Jadi terdapat empat perlakuan uji dan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Ikan nila dengan rata-rata bobot badan 5,60 ± 0,06 g dipelihara dalam akuariumJadi terdapat empat perlakuan uji dan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Ikan nila dengan rata-rata bobot badan 5,60 ± 0,06 g dipelihara dalam akuarium
IPBIPB Parameter hematologi menunjukkan kisaran normal, dan histologi usus menunjukkan peningkatan ukuran vili usus dengan penambahan inulin. Jumlah bakteri asamParameter hematologi menunjukkan kisaran normal, dan histologi usus menunjukkan peningkatan ukuran vili usus dengan penambahan inulin. Jumlah bakteri asam
IPBIPB dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan populasi tertinggi pada perlakuan menggunakan air rendaman jeroandianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan populasi tertinggi pada perlakuan menggunakan air rendaman jeroan
IPBIPB Faktor-faktor ini menyebabkan prospek rehabilitasi mangrove melalui silvofishery masih rendah di tingkat petambak. Diperlukan pergeseran paradigma agarFaktor-faktor ini menyebabkan prospek rehabilitasi mangrove melalui silvofishery masih rendah di tingkat petambak. Diperlukan pergeseran paradigma agar
Useful /
IPBIPB Protein cerna rendah dan protein feses tinggi ditunjukkan oleh kelompok P5 masing-masing sebesar 15,15% dan 28,77%. Kelimpahan bakteri pada kelompok BacillusProtein cerna rendah dan protein feses tinggi ditunjukkan oleh kelompok P5 masing-masing sebesar 15,15% dan 28,77%. Kelimpahan bakteri pada kelompok Bacillus
IPBIPB 112 ekor/m3 per tahun, rasio pendapatan terhadap biaya (revenue/cost ratio) sebesar 1,54, dan periode pengembalian modal (payback period) sebesar 0,65112 ekor/m3 per tahun, rasio pendapatan terhadap biaya (revenue/cost ratio) sebesar 1,54, dan periode pengembalian modal (payback period) sebesar 0,65
IPBIPB Penurunan salinitas air media budidaya memicu terjadinya penyakit, perkembangan yang lambat, dan kematian pada udang budidaya. Curah hujan, polusi air,Penurunan salinitas air media budidaya memicu terjadinya penyakit, perkembangan yang lambat, dan kematian pada udang budidaya. Curah hujan, polusi air,
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Variabel persepsi risiko (X2) tidak memengaruhi variabel keputusan pembelian (Y) pada penggunaan metode pembayaran Shopee PayLater di Desa Dolok Merawan.Variabel persepsi risiko (X2) tidak memengaruhi variabel keputusan pembelian (Y) pada penggunaan metode pembayaran Shopee PayLater di Desa Dolok Merawan.