IPBIPB

Jurnal Akuakultur IndonesiaJurnal Akuakultur Indonesia

Peningkatan produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan gambaran peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. Peningkatan produksi perlu diikuti dengan penyediaan benih yang mencukupi untuk pembesaran. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan intensifikasi melalui peningkatan padat tebar larva nila pada tahap pendederan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja produksi dan usaha pendederan larva ikan nila pada sistem resirkulasi dengan padat tebar berbeda. Penelitian dilakukan selama 42 hari menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan padat tebar larva ikan nila, yaitu 5, 10, dan 15 ekor/L dengan lima ulangan. Perlakuan perbedaan padat tebar berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan mutlak panjang (LPMP), laju pertumbuhan spesifik panjang (LPSP), rasio konversi pakan (RKP), dan produktivitas. Perlakuan padat tebar 15 ekor/L menghasilkan LPMP, LPSP, dan produktivitas yang lebih tinggi daripada perlakuan lain, sedangkan nilai RKP menunjukkan nilai terendah. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa kinerja produksi dan usaha terbaik pada pendederan ikan nila bersistem resirkulasi dihasilkan pada padat tebar 15 ekor/L dengan memberikan produktivitas sebesar 106.112 ekor/m3 per tahun, revenue/cost ratio senilai 1,54, dan payback period yaitu 0,65 tahun.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa padat tebar 15 ekor/L menghasilkan kinerja produksi dan usaha terbaik pada pendederan ikan nila bersistem resirkulasi.112 ekor/m3 per tahun, rasio pendapatan terhadap biaya (revenue/cost ratio) sebesar 1,54, dan periode pengembalian modal (payback period) sebesar 0,65 tahun.Dengan demikian, padat tebar ini dianggap optimal untuk mencapai efisiensi dan keuntungan dalam budidaya larva ikan nila menggunakan sistem resirkulasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh padat tebar yang lebih tinggi dari 15 ekor/L terhadap kinerja produksi dan kualitas air, dengan tujuan menemukan batas optimal padat tebar yang dapat memaksimalkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas air dan kesehatan ikan. Kedua, penelitian mengenai penggunaan probiotik atau suplemen pakan tambahan dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan pada padat tebar tinggi, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan profitabilitas. Ketiga, studi komparatif antara sistem resirkulasi dengan sistem budidaya lainnya, seperti sistem kolam atau sistem bioflok, perlu dilakukan untuk mengevaluasi keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem dalam hal produktivitas, efisiensi biaya, dan dampak lingkungan, sehingga dapat memberikan informasi yang komprehensif bagi pembudidaya dalam memilih sistem budidaya yang paling sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi budidaya ikan nila yang lebih efisien, berkelanjutan, dan menguntungkan.

  1. Production and business performance of tilapia Oreochromis niloticus rearing in recirculation system... doi.org/10.19027/jai.25.1.43-54Production and business performance of tilapia Oreochromis niloticus rearing in recirculation system doi 10 19027 jai 25 1 43 54
Read online
File size767.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test