IPBIPB

Jurnal Akuakultur IndonesiaJurnal Akuakultur Indonesia

Udang vaname merupakan salah satu komoditas akuakultur yang bernilai ekonomis tinggi di Indonesia. Salah satu bakteri patogen yang sering ditemukan dalam budidaya udang vaname ialah bakteri Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian probiotik dan paraprobiotik Lactobacillus paracasei melalui pakan dengan kepadatan sel berbeda terhadap pertumbuhan, dan respons imunitas yang diinfeksi V. parahaemolyticus. Udang vaname dengan ukuran 0,63 ± 0,01 gr dipelihara di dalam kontainer dengan padat tebar 15 ekor per wadah dan pemberian pakan bersuplemen selama 30 hari. Rancangan penelitian terdiri dari enam perlakuan, tiga ulangan, yaitu (K-) pemberian pakan tanpa suplemen dan diinjeksi PBS, (K ) pemberian pakan tanpa suplemen dan diinfeksi V. parahaemolyticus (104 CFU/mL), (PRI) pemberian pakan dengan probiotik L. paracasei kepadatan sel 106 CFU/mL dosis 1% (v/w), (PRII) probiotik L. paracasei kepadatan sel 109 CFU/mL dosis 1% (v/w), (PAI) paraprobiotik L. paracasei kepadatan sel 106 CFU/mL dosis 1% (v/w), (PAII) paraprobiotik L. paracasei kepadatan sel 109 CFU/mL dosis 1% (v/w), dan masing-masing diinfeksi V. parahaemolyticus (104 CFU/mL). Pemeliharaan udang vaname dilanjutkan setelah uji tantang dengan V. parahaemolyticus yang dilakukan hingga 6 hari pasca injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik maupun paraprobiotik L. paracasei melalui pakan telah meningkatkan pertumbuhan, respons imun, retensi lemak protein, dan aktivitas enzim pencernaan udang vaname lebih baik dibandingkan kontrol. Untuk pengendalian V. parahaemolyticus diperoleh hasil terbaik dengan aplikasi probiotik L. paracasei dosis 1% (v/w) dengan kepadatan sel 109 CFU/mL.

Makanan yang mengandung probiotik dan paraprobiotik Lactobacillus paracasei efektif dalam meningkatkan retensi lemak protein, aktivitas enzim pencernaan, kinerja pertumbuhan, respons imun, dan resistensi udang vannamei terhadap infeksi Vibrio parahaemolyticus.Suplemen pakan dengan 1% (v/w) probiotik L.paracasei dengan kepadatan sel 109 CFU/mL adalah pengobatan paling efektif untuk mengendalikan V.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas udang vannamei. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek dosis dan frekuensi pemberian probiotik dan paraprobiotik L. paracasei terhadap pertumbuhan dan respons imun udang. Kedua, penelitian tentang mekanisme aksi spesifik L. paracasei dalam meningkatkan resistensi udang terhadap V. parahaemolyticus dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang interaksi antara probiotik dan sistem imun udang. Ketiga, studi komparatif antara probiotik dan paraprobiotik L. paracasei dalam hal efektivitas, stabilitas, dan biaya dapat membantu menentukan strategi optimal untuk pengendalian penyakit V. parahaemolyticus pada udang vannamei.

  1. Growth, immune responses, and resistance of vannamei shrimp fed with Lactobacillus paracasei probiotic... journal.ipb.ac.id/index.php/jai/article/view/54067Growth immune responses and resistance of vannamei shrimp fed with Lactobacillus paracasei probiotic journal ipb ac index php jai article view 54067
Read online
File size587.21 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test