LMULMU
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan KesehatanDunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan KesehatanPenuaan adalah proses alami yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik dan sosial pada orang dewasa yang lebih tua. Seiring bertambahnya usia, orang dewasa yang lebih tua cenderung mengalami penurunan fungsi fisik dan mental sehingga bergantung pada keluarga sebagai pengasuh utama. Namun, peran sebagai pengasuh dapat menyebabkan beban psikologis, fisik, ekonomi, dan sosial yang dikenal sebagai beban pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban pengasuh dan kemandirian keluarga dalam perawatan jangka panjang orang dewasa yang lebih tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, yang dilakukan dari September 2024 hingga Mei 2025 di Kota Malang. Sebanyak 59 anggota keluarga yang merawat orang dewasa yang lebih tua dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Zarit Burden Interview dan kuesioner Level Kemandirian Keluarga. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank menggunakan SPSS versi 25.0. Sebagian besar responden berasal dari keluarga besar (71%) dan perempuan (90%). Sebagian besar keluarga menunjukkan kemandirian tinggi (KM 4), sementara beban pengasuh diklasifikasikan sebagai ringan hingga sedang. Analisis statistik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara beban pengasuh dan kemandirian keluarga (p = 0,741; r = -0,044). Meskipun beberapa pengasuh mengalami beban, keluarga masih dapat merawat orang dewasa yang lebih tua secara mandiri. Beban pengasuh bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi kemandirian keluarga dan kualitas dalam memberikan layanan dan perawatan jangka panjang bagi orang dewasa yang lebih tua. Dukungan emosional, kebersamaan keluarga, dan nilai-nilai budaya diyakini berperan dalam menjaga kemandirian keluarga.
Penelitian ini menunjukkan bahwa beban yang dirasakan oleh pengasuh bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi kemandirian keluarga dalam memberikan perawatan jangka panjang bagi orang dewasa yang lebih tua.Meskipun menghadapi tekanan dalam proses perawatan, banyak keluarga masih dapat menjalankan peran ini secara mandiri dengan dukungan budaya, keluarga besar, dan strategi koping.Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi, pelatihan keterampilan perawatan, dan dukungan emosional bagi keluarga.Pembentukan kelompok dukungan di masyarakat dan deteksi burnout pengasuh juga penting untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas perawatan bagi orang dewasa yang lebih tua dalam lingkungan keluarga.
Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami bagaimana beban pengasuh dan kemandirian keluarga berubah seiring waktu, serta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan perspektif pengasuh secara mendalam, termasuk strategi koping yang mereka gunakan dan dukungan yang mereka butuhkan. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program dukungan keluarga dalam mengurangi beban pengasuh dan meningkatkan kualitas perawatan bagi orang dewasa yang lebih tua. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam perawatan jangka panjang bagi orang dewasa yang lebih tua, serta mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk mendukung pengasuh dan meningkatkan kesejahteraan orang dewasa yang lebih tua.
| File size | 283.83 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSURUNSUR Ego Aini yang begitu lemah, sehingga membuatnya tidak mampu untuk melawan dan mengendalikan id. Superego yang datang melalui Bayangan Antagonis (BA) menjadiEgo Aini yang begitu lemah, sehingga membuatnya tidak mampu untuk melawan dan mengendalikan id. Superego yang datang melalui Bayangan Antagonis (BA) menjadi
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Tenaga kesehatan, khususnya perawat, perlu terlibat aktif dalam memberikan edukasi terstruktur dan berkelanjutan kepada pasien. Intervensi edukatif yangTenaga kesehatan, khususnya perawat, perlu terlibat aktif dalam memberikan edukasi terstruktur dan berkelanjutan kepada pasien. Intervensi edukatif yang
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Status prediabetes diukur melalui pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan glukometer, konsumsi SSBs dihitung berdasarkan asupan gula tambahan harian,Status prediabetes diukur melalui pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan glukometer, konsumsi SSBs dihitung berdasarkan asupan gula tambahan harian,
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Mayoritas remaja memiliki kecerdasan emosional rendah, namun tetap mampu menerapkan strategi koping adaptif. Diperlukan upaya sistematis dalam mengembangkanMayoritas remaja memiliki kecerdasan emosional rendah, namun tetap mampu menerapkan strategi koping adaptif. Diperlukan upaya sistematis dalam mengembangkan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA The increasing elderly population has led to a rise in various health problems, particularly chronic diseases that can affect their independence in performingThe increasing elderly population has led to a rise in various health problems, particularly chronic diseases that can affect their independence in performing
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan signifikan dengan intensi mahasiswa keperawatan dalam melakukan BHD. Temuan ini menekankanPenelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan signifikan dengan intensi mahasiswa keperawatan dalam melakukan BHD. Temuan ini menekankan
UNUBLITARUNUBLITAR Temuan tersebut didukung oleh hasil analisis regresi yang mengindikasikan bahwa kontribusi kedua variabel tersebut terhadap kesejahteraan subjektif hanyaTemuan tersebut didukung oleh hasil analisis regresi yang mengindikasikan bahwa kontribusi kedua variabel tersebut terhadap kesejahteraan subjektif hanya
UNUBLITARUNUBLITAR Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus pendekatan, melibatkan 6 orang peserta, terdiri atas 3 subjek dan 3 significant othersPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus pendekatan, melibatkan 6 orang peserta, terdiri atas 3 subjek dan 3 significant others
Useful /
LMULMU 342; r = -0. 126). Other factors such as age, family structure, occupation, and cultural values are thought to be more influential. Self-esteem contributes342; r = -0. 126). Other factors such as age, family structure, occupation, and cultural values are thought to be more influential. Self-esteem contributes
STTKAOSTTKAO Penelitian ini membahas metode dril dalam pembelajaran kibor untuk anak-anak di GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untukPenelitian ini membahas metode dril dalam pembelajaran kibor untuk anak-anak di GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk
STTKAOSTTKAO Sebagian besar guru telah berupaya optimal dalam menerapkan strategi tersebut, dan siswa merasakan adanya perubahan positif dalam proses pembelajaran.Sebagian besar guru telah berupaya optimal dalam menerapkan strategi tersebut, dan siswa merasakan adanya perubahan positif dalam proses pembelajaran.
169169 Sang Hyang Hurip bisa hadir jika tempat tersebut memiliki simbol Tekad, Ucap, dan Lampah. Simbol-simbol ini merupakan konsep pola tiga Sunda atau bisaSang Hyang Hurip bisa hadir jika tempat tersebut memiliki simbol Tekad, Ucap, dan Lampah. Simbol-simbol ini merupakan konsep pola tiga Sunda atau bisa