STDIISSTDIIS

Al-Majaalis : Jurnal Dirasat IslamiyahAl-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah

Pernikahan merupakan sebuah ikatan yang diharapkan berjalan harmonis. Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat merusak tujuan tersebut, di antaranya adalah kebohongan mengenai orientasi seksual sebelum pernikahan. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang sangat berpotensi merusak kepercayaan dan mengganggu hak-hak pasangan dalam mencapai tujuan pernikahan. Penelitian ini menganalisis pembatalan pernikahan karena orientasi seksual dalam Putusan Pengadilan Agama Jember No. 44/Pdt.G/2023/PA.Jr. Kasus ini melibatkan seorang istri yang mengajukan pembatalan pernikahan setelah mengetahui bahwa suaminya adalah homoseksual, yang baru mengungkapkan setelah pernikahan berlangsung. Berdasarkan Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), pembatalan pernikahan dapat diajukan jika ada unsur penipuan atau salah sangka mengenai identitas pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dua perspektif hukum dalam pembatalan pernikahan ini, yakni hukum positif Indonesia dan hukum Islam. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kepustakaan untuk menganalisis putusan ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Putusan Pengadilan Agama Jember No. 44/Pdt.G/2023/PA.Jr membatalkan pernikahan karena adanya penipuan terkait orientasi seksual pasangan, sesuai dengan Pasal 27 UU Perkawinan dan Pasal 72 KHI. Pernikahan tersebut dinyatakan tidak sah secara hukum untuk melindungi hak Pemohon atas keadilan. Fasakh dalam hukum Islam adalah pembatalan pernikahan yang sah jika ditemukan cacat atau aib yang melanggar syarat pernikahan, seperti homoseksualitas, sebagaimana diputuskan dalam perkara No. 44/Pdt.G/2023/PA.Jr.

Berdasarkan pembahasan di atas, kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.Jr tentang pembatalan pernikahan berdasarkan Pasal 27 UU Perkawinan dan Pasal 72 KHI didasarkan pada adanya unsur salah sangka mengenai orientasi seksual salah satu pihak.Pengadilan menyatakan pernikahan tersebut batal demi hukum karena tidak memenuhi syarat sahnya pernikahan akibat penipuan yang merugikan tujuan pernikahan.Fasakh atau pembatalan perkawinan dalam Islam dilakukan apabila terdapat cacat atau ketidaksempurnaan yang menghalangi tercapainya tujuan pernikahan, seperti keturunan dan hubungan biologis yang sah.Pembatalan pernikahan disebabkan oleh homoseksualitas suami yang dianggap sebagai bentuk penipuan dan melanggar syarat sah pernikahan dalam Islam.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak psikologis dan sosial bagi individu yang mengalami pembatalan pernikahan akibat pengungkapan orientasi seksual. Hal ini penting untuk memahami bagaimana individu tersebut dapat beradaptasi dan membangun kembali kehidupannya setelah mengalami pengalaman traumatis. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan putusan pengadilan agama di berbagai daerah terkait kasus serupa, untuk mengidentifikasi adanya perbedaan interpretasi hukum dan dampaknya terhadap keadilan bagi para pihak yang terlibat. Ketiga, penelitian dapat mengkaji efektivitas program pendampingan hukum dan psikologis bagi korban penipuan dalam pernikahan, khususnya yang melibatkan pengungkapan orientasi seksual, untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi dan mereka mendapatkan dukungan yang memadai. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas permasalahan pembatalan pernikahan akibat pengungkapan orientasi seksual, serta merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam melindungi hak-hak individu dan menjaga keadilan sosial.

  1. Memahami desain metode penelitian kualitatif | Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum. memahami desain... doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075Memahami desain metode penelitian kualitatif Humanika Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum memahami desain doi 10 21831 hum v21i1 38075
Read online
File size436.34 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test