IAIN SUIAIN SU
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu KeislamanMIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu KeislamanPernikahan adalah sunnatullah serta menjaga keberlangsungan umat manusia atas nilai-nilai ketaatan kepada Allah. Atas dasar ini para ulama kemudian memberi batasan, bahkan melarang poligami dan nikah beda agama karena diyakini adanya mafsadah yang dapat mengganggu tercapainya tujuan pernikahan. Kajian ini ingin melihat pandangan Hasbi Ash-Shiddieqy melalui karyanya Tafsir An-Nuur terkait larangan poligami dan kebolehan menikahi perempuan non-muslim, seperti perempuan Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha dan lainnya. Dengan menggunakan metode deskriptif analitis interpretif, peneliti menyimpulkan bahwa Hasbi Ash-Shiddieqy melarang poligami karena anggapan ketidakmampuan seorang suami mengimplementasikan makna adil. Menurutnya, adil dalam surah al-Nisa 3 dan 129 mencakup adil materi dan ruhi. Begitu juga halnya dengan larangan menikahi perempuan musyrikat, ia meyakini mafsadat yang akan muncul lebih besar, yaitu kemurtadan dan kekafiran. Namun ia membolehkan nikah kitabiyat secara mutlak. Masuk dalam kategori kitabiyat menurutnya perempuan Hindu, Budha dan sejenisnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan Hasbi Ash-Shiddieqy tentang poligami adalah haram kecuali dalam keadaan darurat karena ketidakmampuan suami untuk bersikap adil secara materi dan ruhi.Ia melarang menikahi perempuan musyrik karena risiko kemurtadan, tetapi membolehkan menikahi perempuan kitabiyat seperti Hindu dan Budha tanpa syarat khusus.Pendekatan maqasidi yang digunakan menekankan pencegahan mafsadah lebih penting daripada pencapaian maslahah.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada dinamika interpretasi ayat-ayat nikah dalam konteks masyarakat modern yang多元, khususnya peran budaya lokal dalam mereformasi fiqh pernikahan. Selain itu, studi tentang dampak psikologis dan sosial dari perkawinan antar agama di Indonesia, termasuk dampaknya terhadap identitas anak dan integritas komunitas, sangat relevan. Penelitian juga perlu menyelidiki penerapan prinsip maqasid syariah dalam menyeimbangkan antara keharusan syariat dan kebutuhan kontemporer, misalnya melalui studi banding fatwa MUI di berbagai wilayah.
| File size | 233.03 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUUNU Namun di sisi lain, menikah pasti membutuhkan persiapan dan syarat agar tidak timbul masalah di kemudian hari. Salah satunya terkait masalah usia atauNamun di sisi lain, menikah pasti membutuhkan persiapan dan syarat agar tidak timbul masalah di kemudian hari. Salah satunya terkait masalah usia atau
UINUIN Indonesia sebagai negara plural yang memiliki perbedaan suku, adat, dan agama menghadapi pertentangan antar sistem hukum. Studi ini membahas pertentanganIndonesia sebagai negara plural yang memiliki perbedaan suku, adat, dan agama menghadapi pertentangan antar sistem hukum. Studi ini membahas pertentangan
IAINSORONGIAINSORONG Namun, citra dialog kemudian berubah mengikut acuan Islam karena istilah seperti pluralisme agama dan inklusivisme diberikan pengertian yang tidak sesuai.Namun, citra dialog kemudian berubah mengikut acuan Islam karena istilah seperti pluralisme agama dan inklusivisme diberikan pengertian yang tidak sesuai.
UINUIN Tindakan kemurtadan dapat dihukum mati jika kemurtadan itu bersifat politis dan sipil, yaitu kemurtadan yang diikuti dengan perlawanan dan pemberontakanTindakan kemurtadan dapat dihukum mati jika kemurtadan itu bersifat politis dan sipil, yaitu kemurtadan yang diikuti dengan perlawanan dan pemberontakan
UINUIN Pertimbangan hakim umumnya didasarkan pada hukum dan fakta persidangan, namun pertimbangan maslahat cenderung bersifat umum. Penelitian ini merekomendasikanPertimbangan hakim umumnya didasarkan pada hukum dan fakta persidangan, namun pertimbangan maslahat cenderung bersifat umum. Penelitian ini merekomendasikan
UINUIN Ulama Suni berpendapat bahwa walad itu hanya anak laki-laki, sedangkan ulama Syiah Imâmiyyah menyatakan bahwa walad itu adalah anak laki-laki dan perempuan.Ulama Suni berpendapat bahwa walad itu hanya anak laki-laki, sedangkan ulama Syiah Imâmiyyah menyatakan bahwa walad itu adalah anak laki-laki dan perempuan.
UINUIN Dalam konteks politik hukum Islam di Indonesia, teori konstitusi (the constitution theory) dan teori akomodasi (the accommodation theory) menjadi relevanDalam konteks politik hukum Islam di Indonesia, teori konstitusi (the constitution theory) dan teori akomodasi (the accommodation theory) menjadi relevan
UINUIN Pengertian murtad dalam Islam mengalami perluasan, mulai dari Alquran yang tidak memberikan definisi jelas hingga penafsiran dalam Hadis dan fikih. SementaraPengertian murtad dalam Islam mengalami perluasan, mulai dari Alquran yang tidak memberikan definisi jelas hingga penafsiran dalam Hadis dan fikih. Sementara
Useful /
UINUIN al-Nûr [24] ayat 4. Proses hukum dalam perkara ini masih terus bergulir setelah pihak penggugat menyatakan pikir-pikir untuk kemudian diteruskan padaal-Nûr [24] ayat 4. Proses hukum dalam perkara ini masih terus bergulir setelah pihak penggugat menyatakan pikir-pikir untuk kemudian diteruskan pada
UINUIN Hukum Islam, yang bersifat universal untuk mengatur hubungan antarbangsa, telah dipraktikkan sejak zaman Rasulullah SAW.melalui perjanjian seperti PiagamHukum Islam, yang bersifat universal untuk mengatur hubungan antarbangsa, telah dipraktikkan sejak zaman Rasulullah SAW.melalui perjanjian seperti Piagam
UINUIN Dalam konteks inilah agama dapat memberikan kontribusi yang positif sebagai faktor integratif yang menghargai kemajemukan masyarakat dan bukan sebagaiDalam konteks inilah agama dapat memberikan kontribusi yang positif sebagai faktor integratif yang menghargai kemajemukan masyarakat dan bukan sebagai
UINUIN Asumsi fikih yang bersumber dari beberapa Hadis diadopsi sebagai hegemoni laki-laki tanpa menimbang substansi dan konteks Hadisnya. Sementara Alquran menjelaskanAsumsi fikih yang bersumber dari beberapa Hadis diadopsi sebagai hegemoni laki-laki tanpa menimbang substansi dan konteks Hadisnya. Sementara Alquran menjelaskan