MITRAHUSADAMITRAHUSADA

Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery Journal

Latar Belakang: Kanker serviks menempati peringkat kedua dengan 36.633 kasus, atau 9,2% dari total kasus kanker, setelah kanker payudara yang menempati peringkat pertama. Cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks adalah melalui deteksi dini dengan tes Pap smear atau tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA-Test). Tes IVA merupakan metode deteksi dini kanker serviks yang murah, dan juga dapat dilakukan oleh bidan atau staf pusat kesehatan masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dalam deteksi dini kanker serviks menggunakan metode tes IVA di Puskesmas Sukasari, Tangerang pada tahun 2025. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di Puskesmas Sukasari pada tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah 534 WUS yang sudah menikah dan sampel sebanyak 102 orang yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan antara usia (p = 0,016), pendidikan (p = 0,046), paritas (p = 0,000), dukungan suami (p = 0,046), sumber informasi (p = 0,046), dan tingkat pengetahuan (p = 0,000) terhadap sikap perempuan dalam melakukan tes deteksi dini. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, sumber informasi, dan pengetahuan terhadap IVA-test.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, sumber informasi, dan pengetahuan terhadap sikap Wanita Usia Subur dalam melakukan pemeriksaan dini IVA test.Faktor-faktor tersebut secara statistik berpengaruh terhadap kesiapan dan respons positif terhadap skrining kanker serviks.Dengan demikian, intervensi yang menyentuh aspek-aspek ini dapat meningkatkan partisipasi dalam program deteksi dini.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh intervensi edukasi berbasis digital, seperti aplikasi mobile atau media sosial, terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap WUS dalam pelaksanaan IVA test di daerah perkotaan dan pedesaan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran komunikasi pasangan suami-istri dalam pengambilan keputusan kesehatan reproduksi, khususnya bagaimana format konseling pasangan dapat dirancang agar lebih efektif mendorong dukungan suami terhadap deteksi dini kanker serviks. Ketiga, perlu dikaji dampak program pelatihan bagi tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi IVA test dengan pendekatan yang lebih empatik dan budaya lokal, untuk melihat sejauh mana pendekatan tersebut dapat mengurangi rasa malu dan kecemasan WUS dalam mengikuti pemeriksaan. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang hambatan non-medis dan menciptakan strategi komunikasi kesehatan yang lebih personal dan kontekstual. Dengan pendekatan yang lebih holistik, diharapkan cakupan deteksi dini kanker serviks dapat ditingkatkan secara signifikan, terutama di wilayah dengan akses informasi terbatas.

  1. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sikap Wus Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode Iva Test... doi.org/10.55541/emj.v8i2.399Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Sikap Wus Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode Iva Test doi 10 55541 emj v8i2 399
Read online
File size471.82 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test