STIDNATSIRSTIDNATSIR

Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi UmmatJurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat

The purpose of this research is to reveal the interpretation of the Quranic verse Surah Yusuf verse 108 by the students participating in the Kafilah Dawah program in 2024. To achieve this goal, I use a literature study approach based on the interpretations of Islamic scholars and a living Quran study based on observations, interviews, and documentation of the 2024 Kafilah Dawah participants. The research findings reveal that the Kafilah Dawah 2024 students have a fairly comprehensive understanding of the meaning of dawah to Allah, which includes the objectives of dawah, dawah materials, dawah strategies, as well as the inevitability of sincerity and sacrifice in dawah. They also understand that bashirah in dawah is not only about the dawah message but also encompasses methods, strategies, and a thorough understanding of the audience (madu). The interpretation of the Quran developed among these students is in line with the interpretations from the exegetical works of Islamic scholars. The research also proves that Mohammad Natsir Insitute of Dawah has become a leading institution in the cadre development of preachers (dai), not only in the transfer of knowledges but also in the inheritance of the core values of dawah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa peserta Kafilah Dawah tahun 2024 memiliki pemahaman yang baik mengenai makna ayat 108 surah Yusuf.Dawah ilallah sebagaimana disimpulkan dari penafsiran ulama mencakup penegasan tentang tujuan dawah dan urgensi keikhlasan.STID Mohammad Natsir telah menjadi lembaga kaderisasi dai unggul yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga mewariskan nilai-nilai utama dalam dawah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana implementasi konsep *bashirah* dalam dawah memengaruhi efektivitas strategi komunikasi yang digunakan oleh para dai di berbagai konteks sosial dan budaya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif antara metode dawah yang diterapkan oleh STID Mohammad Natsir dengan metode dawah yang digunakan oleh lembaga kaderisasi dai lainnya, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan potensi inovasi dalam pengembangan dai. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji dampak program Kafilah Dawah terhadap perubahan perilaku dan peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat di daerah-daerah yang menjadi tujuan penugasan, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu dawah dan peningkatan kualitas kader dai di Indonesia.

Read online
File size429.88 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test