UMPRUMPR

Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu KomunikasiRestorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi

Kualitas pelayanan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Pelayanan kesehatan mencakup berbagai upaya yang dilakukan secara individu maupun bersama dalam organisasi untuk memelihara, meningkatkan, dan memulihkan kesehatan masyarakat. Puskesmas Sumurgung berperan sebagai unit pelaksana pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertugas melayani masyarakat di wilayah kerjanya pada tingkat kelurahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Sumurgung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban dengan menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian dilakukan pada tahun 2024 dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dan observasi langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di Puskesmas Sumurgung memenuhi beberapa indikator kualitas, meskipun terdapat hambatan seperti rendahnya kesadaran petugas terhadap ketepatan waktu, ketidaksesuaian prosedur administratif akibat kurangnya kelengkapan dokumen pasien, dan keterbatasan fasilitas, khususnya jumlah kursi di ruang tunggu pasien. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan kesadaran petugas terkait ketepatan waktu melalui pengawasan internal yang lebih efektif, menyediakan fasilitas seperti kursi tambahan di ruang tunggu, serta mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital untuk mempermudah pengambilan nomor antrean dan menyosialisasikan prosedur pelayanan kepada masyarakat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan di Puskesmas Sumurgung masih menghadapi sejumlah tantangan yang mempengaruhi efektivitas pelayanan, termasuk keterbatasan fasilitas fisik dan sistem administrasi yang kurang efisien.Meskipun pelayanan medis menunjukkan responsivitas yang baik, pelayanan administrasi masih mengalami kendala terkait waktu tunggu yang lama.Perbaikan pada beberapa aspek, seperti peningkatan fasilitas fisik, peningkatan kesadaran petugas, dan penerapan teknologi informasi, diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai dampak penerapan sistem antrean digital terhadap efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien di Puskesmas Sumurgung. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model peningkatan kualitas pelayanan yang melibatkan partisipasi aktif dari pasien dan tenaga kesehatan, dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan kebutuhan spesifik masyarakat. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan kualitas pelayanan di Puskesmas Sumurgung dengan puskesmas lain di Kabupaten Tuban atau wilayah sekitarnya, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan area yang perlu ditingkatkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Sumurgung dan wilayah sekitarnya, serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, puskesmas dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

  1. EFEKTIVITAS AKREDITASI PUSKESMAS TERHADAP KUALITAS PUSKESMAS MEDAN HELVETIA | Utami | JURNAL PUBLIK REFORM.... doi.org/10.46576/jpr.v8i2.1658EFEKTIVITAS AKREDITASI PUSKESMAS TERHADAP KUALITAS PUSKESMAS MEDAN HELVETIA Utami JURNAL PUBLIK REFORM doi 10 46576 jpr v8i2 1658
Read online
File size264.11 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test