WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER
Jurnal Farmasi SYIFAJurnal Farmasi SYIFAJamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka merupakan bagian penting dari sistem pengobatan berbasis bahan alam di Indonesia yang didukung oleh kekayaan keanekaragaman hayati. Berbagai tanaman obat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, kurkuminoid dan senyawa fenolik yang berperan dalam aktivitas biologis, khususnya sebagai agen antiinflamasi. Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aktivitas biologis jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka sebagai antiinflamasi. Penelitian ini merupakan review literatur sistematis yang bersumber dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Portal Garuda. Artikel yang diseleksi merupakan penelitian eksperimental in vitro dan in vivo yang menguji aktivitas biologis sediaan jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Data dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan jenis sediaan, senyawa bioaktif, metode uji, serta hasil aktivitas biologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka memiliki aktivitas antiinflamasi yang signifikan, ditandai dengan penurunan edema dan penghambatan mediator inflamasi. Formulasi terstandar seperti gel, minyak, sirup, serbuk dan stick herbal meningkatkan stabilitas serta konsistensi efek terapeutik. Kesimpulan yang didapat dari hasil identifikasi dan analisis yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka terbukti memiliki potensi antiinflamasi yang kuat melalui aktivitas senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, kurkuminoid dan senyawa fenolik. Senyawa-senyawa ini berperan dalam menghambat mediator inflamasi, mengurangi edema, serta melindungi jaringan dari stres oksidatif. Jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka memiliki potensi besar sebagai agen antiinflamasi yang aman dan efektif. Standarisasi sediaan dan pendekatan ilmiah yang tepat mendukung integrasi obat tradisional ke dalam praktik kesehatan modern berbasis bukti ilmiah.
Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis, jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi yang signifikan.Senyawa bioaktif utama seperti flavonoid, tanin, saponin, kurkuminoid, dan fenolik berperan penting dalam menghambat mediator inflamasi, mengurangi edema, dan melindungi jaringan dari stres oksidatif.Pengembangan sediaan terstandar seperti gel, minyak, dan sirup meningkatkan efektivitas dan konsistensi efek terapeutik.
Berdasarkan temuan dari review ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi antiinflamasi jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi secara spesifik mekanisme molekuler yang mendasari aktivitas antiinflamasi dari masing-masing senyawa bioaktif yang terkandung dalam bahan-bahan herbal tersebut, termasuk interaksi mereka dengan jalur-jalur inflamasi utama dalam tubuh. Kedua, studi klinis yang terkontrol dengan baik perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan formulasi herbal terstandar dan fitofarmaka dalam mengatasi kondisi inflamasi pada manusia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti dosis optimal, durasi pengobatan, dan potensi interaksi obat. Ketiga, penelitian tentang optimasi formulasi sediaan herbal, seperti penggunaan nanoteknologi atau sistem penghantaran obat yang inovatif, dapat dilakukan untuk meningkatkan bioavailabilitas senyawa aktif, stabilitas produk, dan efektivitas terapeutik, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pasien yang membutuhkan terapi antiinflamasi.
- Jurnal Review: Aktivitas Biologis Jamu, Obat Herbal Terstandar, Dan Fitofarmaka Sebagai Antiinflamasi... doi.org/10.63004/jfs.v4i1.1007Jurnal Review Aktivitas Biologis Jamu Obat Herbal Terstandar Dan Fitofarmaka Sebagai Antiinflamasi doi 10 63004 jfs v4i1 1007
- Aktivitas Anti-Inflamasi Minyak Herbal Tradisional Dari Bahan Usada Bali Pada Mencit Inflamasi Yang Diinduksi... doi.org/10.20961/jpscr.v7i3.60529Aktivitas Anti Inflamasi Minyak Herbal Tradisional Dari Bahan Usada Bali Pada Mencit Inflamasi Yang Diinduksi doi 10 20961 jpscr v7i3 60529
- Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanolik Daun Arbenan [Duchesnea indica (Jacks.) Focke] | Waris | Jurnal... jurnal.farmasi.umi.ac.id/index.php/fitofarmakaindo/article/view/722Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanolik Daun Arbenan Duchesnea indica Jacks Focke Waris Jurnal jurnal farmasi umi ac index php fitofarmakaindo article view 722
| File size | 450.41 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIFARSTIFAR Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan handrub dari ekstrak daun sirih rebus (Piper betle) dibandingkan dengan alkohol 70% terhadap persentasePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan handrub dari ekstrak daun sirih rebus (Piper betle) dibandingkan dengan alkohol 70% terhadap persentase
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA ) memiliki efektivitas sebagai antipiretik dapat dilihat dari ke tiga dosisnya yang mampu menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan yang diinduksi dengan) memiliki efektivitas sebagai antipiretik dapat dilihat dari ke tiga dosisnya yang mampu menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan yang diinduksi dengan
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Hal ini berarti dengan adanya aplikasi pendaftaran online dapat mengefisiensikan waktu tunggu antrian pasien karena hanya butuh beberapa menit dalam menyelesaikanHal ini berarti dengan adanya aplikasi pendaftaran online dapat mengefisiensikan waktu tunggu antrian pasien karena hanya butuh beberapa menit dalam menyelesaikan
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Flavonoid memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostanaFlavonoid memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana
OJSOJS Daun sirsak dikenal memiliki potensi untuk membantu pengobatan kanker, menurunkan kadar gula darah, dan mengatasi gangguan paru. Sementara itu, daun sirihDaun sirsak dikenal memiliki potensi untuk membantu pengobatan kanker, menurunkan kadar gula darah, dan mengatasi gangguan paru. Sementara itu, daun sirih
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA silagei CD034 strain 17-16, spesies yang diisolasi saat ini dapat digunakan sebagai kandidat BAL anti diare dan anti tifoid pada manusia yang terjaminsilagei CD034 strain 17-16, spesies yang diisolasi saat ini dapat digunakan sebagai kandidat BAL anti diare dan anti tifoid pada manusia yang terjamin
UNUKALTIMUNUKALTIM ) dalam peningkatan kualitas telur asin yang dianalisa dengan menghitung jumlah bakteri terhadap kualitas telur asin. Penelitian dilakukan dengan Rancangan) dalam peningkatan kualitas telur asin yang dianalisa dengan menghitung jumlah bakteri terhadap kualitas telur asin. Penelitian dilakukan dengan Rancangan
LLDIKTI10LLDIKTI10 Pada sistem Padang Health penentuan dokter terbaik menggunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Dengan berjalannya sistem Padang Health akan mempermudahPada sistem Padang Health penentuan dokter terbaik menggunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Dengan berjalannya sistem Padang Health akan mempermudah
Useful /
UPN VeteranUPN Veteran Proses ini menyebabkan tabrakan partikel yang disebabkan oleh perbedaan muatan, sehingga membentuk padatan yang lebih besar. Padatan ini memiliki sifatProses ini menyebabkan tabrakan partikel yang disebabkan oleh perbedaan muatan, sehingga membentuk padatan yang lebih besar. Padatan ini memiliki sifat
STAIALAMISTAIALAMI Implementasi penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran mata pelajaran matematika dan ilmu alam (MIPA), 9 orang guru sudah mampu menggunakan bahasa InggrisImplementasi penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran mata pelajaran matematika dan ilmu alam (MIPA), 9 orang guru sudah mampu menggunakan bahasa Inggris
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek hepatoprotektor dari ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap kadar SGPT dan SGOTPenelitian ini bertujuan untuk melihat efek hepatoprotektor dari ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap kadar SGPT dan SGOT
INTELEKMADANIINTELEKMADANI CMC 1% b/v, kelompok II, III dan IV diberikan ekstrak buah Kurma Ruthab (Phoenix dactylifera) dengan dosis 260mg/kgBB, 780mg/kgBB dan 2340mg/kgBB. SemuaCMC 1% b/v, kelompok II, III dan IV diberikan ekstrak buah Kurma Ruthab (Phoenix dactylifera) dengan dosis 260mg/kgBB, 780mg/kgBB dan 2340mg/kgBB. Semua