UPN VeteranUPN Veteran
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)Pelepasan pewarna ke lingkungan dapat menimbulkan efek merugikan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan dengan hati-hati. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah koagulasi-flokulasi. Penggunaan koagulan alami telah terbukti mengurangi efek merugikan senyawa polutan terhadap ekosistem. Moringa oleifera, tanaman asli daerah tropis termasuk Indonesia, merupakan sumber alami koagulan. Tanaman moringa oleifera diekstrak menggunakan natrium klorida untuk mengisolasi bahan aktif protein. Penggunaan koagulan alami dari moringa oleifera bertujuan untuk mengurangi efek merugikan congo red. Efektivitas koagulan alami dinilai berdasarkan efek konsentrasi awal dan dosis koagulan. Konsentrasi awal dan dosis koagulan menunjukkan korelasi langsung dengan efisiensi pengurangan congo red. Peningkatan konsentrasi awal menyebabkan penurunan efisiensi, sedangkan peningkatan dosis koagulan menunjukkan peningkatan efisiensi. Nilai efisiensi tertinggi diperoleh ketika dosis koagulan adalah 100 ppm dan konsentrasi awal juga 100 ppm. Akibat kondisi ini adalah penurunan efisiensi congo red sebesar 99,46%.
Persiapan koagulan alami dari moringa oleifera melalui ekstraksi garam telah berhasil dilakukan.Koagulan ini telah digunakan secara efektif untuk mengurangi dampak congo red selama proses koagulasi-flokulasi.Dampak konsentrasi awal dan dosis koagulan digunakan untuk menilai kinerja koagulan alami dari moringa oleifera.Konsentrasi awal ditemukan terkait dengan penurunan efisiensi pengurangan congo red.Peningkatan dosis koagulan terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi pengurangan congo red.Studi ini menemukan efisiensi pengurangan sebesar 99,46%, yang merupakan efisiensi tertinggi.Pewarna congo red dikurangi melalui proses dua tahap.pertama, melalui adsorpsi, dan kedua, melalui netralisasi muatan koloid.Mekanisme proses koagulasi-flokulasi, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3, menunjukkan penurunan yang signifikan dalam konsentrasi congo red.Proses pengurangan pewarna congo red dimediasi oleh koagulan alami berbasis moringa oleifera, yang menangkap dan menetralkan koloid tidak stabil dan partikel serta muatan koloid selama fase adsorpsi [29].Pewarna congo red, yang memiliki muatan negatif, akan terikat dengan protein yang memiliki muatan positif.Fenomena ini sangat jelas dalam konteks koagulan alami berbasis moringa oleifera.Proses ini menyebabkan tabrakan partikel yang disebabkan oleh perbedaan muatan, sehingga membentuk padatan yang lebih besar.Padatan ini memiliki sifat zat yang tidak larut dalam air dan dapat dipisahkan melalui proses sedimentasi [30].Selain itu, proses koagulasi-flokulasi dipengaruhi oleh kondisi pH asam.Dalam kondisi ini, biji moringa oleifera, sumber protein, diharapkan memainkan peran penting dalam mempertahankan proses adsorpsi pewarna congo red [31].Kehadiran muatan positif yang signifikan pada protein adalah penyebab perilaku magnetik-nya, yang memungkinkan menarik muatan negatif, seperti fenomena antara pewarna congo red dan medan magnetik [32].
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut efek pH pada proses koagulasi-flokulasi menggunakan moringa oleifera sebagai koagulan alami. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pH yang berbeda mempengaruhi kinerja koagulan alami dalam mengurangi congo red. 2. Meneliti potensi penggunaan moringa oleifera dalam skala industri untuk pengolahan air limbah tekstil. Studi ini dapat mengevaluasi efektivitas dan kelayakan ekonomi penggunaan moringa oleifera sebagai koagulan alami dalam pengolahan air limbah tekstil yang mengandung pewarna. 3. Menganalisis dampak penggunaan moringa oleifera sebagai koagulan alami terhadap kualitas air limbah yang telah diolah. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah ada perubahan dalam parameter kualitas air limbah, seperti pH, turbiditas, dan kandungan bahan organik, setelah proses koagulasi-flokulasi dengan moringa oleifera.
| File size | 242.65 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Tingginya kadar COD dan BOD5 menunjukkan kontaminasi organik dan kimia, menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan patogen berbahaya. Tingkat oksigenTingginya kadar COD dan BOD5 menunjukkan kontaminasi organik dan kimia, menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan patogen berbahaya. Tingkat oksigen
UNIMALUNIMAL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh surfaktan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan histologi insang benih ikan nila. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh surfaktan terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan histologi insang benih ikan nila. Penelitian
UNIMALUNIMAL Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial dengan empat perlakukanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial dengan empat perlakukan
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Rendahnya jumlah bakteri dan vibrio sistem RAS disebabkan oleh penggunaan UV-sterilizer dengan panjang gelombang 254 nm. Sistem RAS mampu menjaga stabilitasRendahnya jumlah bakteri dan vibrio sistem RAS disebabkan oleh penggunaan UV-sterilizer dengan panjang gelombang 254 nm. Sistem RAS mampu menjaga stabilitas
UNAIRUNAIR Kajian ini bertujuan sebagai data dasar dalam pengelolaan mangrove di Indonesia khususnya pasca penanaman mangrove. Pengukuran karakteristik lingkunganKajian ini bertujuan sebagai data dasar dalam pengelolaan mangrove di Indonesia khususnya pasca penanaman mangrove. Pengukuran karakteristik lingkungan
UNAIRUNAIR Parameter yang diamati yaitu persentase telur menetas, lama waktu penetasan dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH 7±0,2,Parameter yang diamati yaitu persentase telur menetas, lama waktu penetasan dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH 7±0,2,
ITENASITENAS Di Desa Mande, spesies yang mendominasi fitoplankton yaitu Volvox sp. dan zooplankton yaitu Brachionus calyciflorus. Sedangkan bentos spesies yang mendominasiDi Desa Mande, spesies yang mendominasi fitoplankton yaitu Volvox sp. dan zooplankton yaitu Brachionus calyciflorus. Sedangkan bentos spesies yang mendominasi
UNSIQUNSIQ Rancangan pengambilan sampel yang dicari dalam penelitian abiotik adalah debit mata air PDAM Cabang Kertek sebelum dan sesudah adanya aktivitas penambanganRancangan pengambilan sampel yang dicari dalam penelitian abiotik adalah debit mata air PDAM Cabang Kertek sebelum dan sesudah adanya aktivitas penambangan
Useful /
UPN VeteranUPN Veteran Pengembangan model kinetik reaksi hidrolisis alkali terhadap cangkang candlenut untuk memperoleh asam oksalat dilakukan pada kondisi non-katalis, denganPengembangan model kinetik reaksi hidrolisis alkali terhadap cangkang candlenut untuk memperoleh asam oksalat dilakukan pada kondisi non-katalis, dengan
UMYUMY Model ini telah menangkap pola lokal dan sekuensial tanpa menggunakan input eksternal atau dekomposisi. Dilatih selama 50 epoch di tiga pembagian data,Model ini telah menangkap pola lokal dan sekuensial tanpa menggunakan input eksternal atau dekomposisi. Dilatih selama 50 epoch di tiga pembagian data,
UNAIRUNAIR Teritip paling sering ditemukan pada bagian insang 371 ekor (57,70%) dibandingkan pada bagian lain, 272 ekor (42,30%). Distribusi teritip pada penelitianTeritip paling sering ditemukan pada bagian insang 371 ekor (57,70%) dibandingkan pada bagian lain, 272 ekor (42,30%). Distribusi teritip pada penelitian
UMMAUMMA Desain Faktorial ini merupakan modifikasi dari true experimental design, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhiDesain Faktorial ini merupakan modifikasi dari true experimental design, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi