UMSUUMSU

Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)

Perencanaan pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat penting untuk menciptakan kesejahteraan dan stabilitas nasional. Penelitian ini menganalisis partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Padang Brahrang menggunakan teori perencanaan desa partisipatif Wicaksono dan Sugiarto. Metode kualitatif diterapkan dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Sebanyak 8 informan dipilih secara purposive sampling, meliputi perangkat desa dan perwakilan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan: (1) keterlibatan masyarakat masih didominasi kelompok tertentu, dengan partisipasi terbatas pada pemberian ide yang pasif; (2) transparansi pemerintah desa rendah, di mana informasi penting hanya tersedia dalam forum Musrenbang, membatasi akses masyarakat yang tidak hadir; dan (3) kesenjangan partisipasi dan pengawasan pembangunan desa mengindikasikan perlunya mekanisme partisipasi yang lebih inklusif dan transparan. Berdasarkan temuan, penelitian ini merekomendasikan: (a) mekanisme baru untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, seperti survei online atau platform digital; (b) kebijakan desa yang lebih inklusif dengan melibatkan kelompok rentan; (c) peningkatan kapasitas perangkat desa dalam menjalankan Musrenbang secara partisipatif; dan (d) akses informasi yang merata melalui media mudah diakses seperti website desa. Rekomendasi ini diharapkan memperkuat partisipasi masyarakat dan mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa masih terbatas pada kelompok tertentu, dengan partisipasi bersifat pasif dan tidak merata.Transparansi pemerintah desa perlu ditingkatkan karena informasi penting hanya tersedia dalam forum Musrenbang, sehingga membatasi akses masyarakat yang tidak hadir.Diperlukan mekanisme partisipasi yang lebih inklusif dan transparan, peningkatan kapasitas perangkat desa, serta publikasi informasi melalui media yang mudah diakses untuk memastikan partisipasi yang merata dan berkelanjutan.

Pertama, perlu dikaji bagaimana penggunaan platform digital seperti aplikasi desa atau media sosial dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat yang tidak hadir dalam forum Musrenbang, terutama kelompok rentan seperti perempuan, pemuda, dan lansia. Kedua, perlu diteliti efektivitas model pelatihan partisipatif bagi perangkat desa untuk memastikan pelaksanaan Musrenbang yang lebih inklusif dan transparan, serta bagaimana pelatihan ini dapat diintegrasikan dalam sistem pembinaan rutin dari dinas terkait. Ketiga, perlu dieksplorasi potensi kerja sama antar-desa dalam perencanaan pembangunan bersama, termasuk mekanisme koordinasi dan pembagian sumber daya, untuk memperkuat sinergi pembangunan wilayah di luar batas administratif desa. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi sistem perencanaan yang lebih demokratis, akuntabel, dan berkelanjutan di tingkat desa, serta memberi kontribusi nyata terhadap penguatan tata kelola lokal di wilayah terpinggirkan.

  1. Mengurai Kesenjangan Partisipasi: Transparansi dan Dominasi Kelompok Tertentu dalam Perencanaan Pembangunan... doi.org/10.30596/jisp.v6i1.22261Mengurai Kesenjangan Partisipasi Transparansi dan Dominasi Kelompok Tertentu dalam Perencanaan Pembangunan doi 10 30596 jisp v6i1 22261
Read online
File size335.76 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test