UMSUUMSU

Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sebuah lagu sebagai alat kritik, dengan fokus pada lagu Gugatan Rakyat Semesta yang mengajak masyarakat untuk mengkritisi pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough, yang mencakup tiga dimensi analisis: tekstual, diskursif, dan sosiokultural. Secara tekstual, elemen bahasa seperti struktur kalimat, kohesi, koherensi, dan kata kunci dianalisis untuk melihat bagaimana bahasa digunakan tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen untuk menentang kekuasaan dan ideologi. Pada dimensi diskursif, proses produksi lagu oleh Feast dan penerimaannya oleh publik dikaji, terutama dalam konteks demonstrasi mahasiswa di Indonesia pada tahun 2022. Sementara itu, dimensi sosiokultural menelaah kondisi sosial-politik yang lebih luas yang melatarbelakangi terciptanya lagu ini, termasuk kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara tekstual, lagu ini berisi ajakan kepada masyarakat untuk menggulingkan pemerintah yang dinilai merugikan; (2) Secara diskursif, produksi dan perilisian lagu terkait erat dengan aksi demonstrasi mahasiswa, dan konsumsi publik menunjukkan dukungan terhadap aksi tersebut; (3) Secara sosiokultural, lagu ini muncul dari ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan negara dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana karya seni musik, khususnya lagu, dapat berperan sebagai alat kritik dalam konteks sosial-politik.

Lagu Gugatan Rakyat Semesta karya Feast berfungsi sebagai kritik terhadap pemerintah melalui tiga level analisis.Pada level tekstual, lagu ini secara linguistik mengandung ajakan untuk menggulingkan pemerintah yang merugikan.Pada level diskursif, perilisan lagu terkait erat dengan aksi demonstrasi mahasiswa pada tahun 2022.Pada level sosiokultural, lagu ini dipengaruhi oleh kondisi sosial-politik seperti pandemi, korupsi, dan wacana penundaan pemilu.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam dampak emosional lagu Gugatan Rakyat Semesta terhadap pendengarnya, khususnya bagaimana lagu tersebut memengaruhi sikap politik dan partisipasi aktif dalam aksi sosial. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan menganalisis lagu-lagu protes lainnya dari berbagai genre dan era untuk mengidentifikasi pola dan strategi kritik yang digunakan oleh musisi dalam menyampaikan pesan sosial-politik. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada peran media sosial dalam menyebarkan dan memperkuat pesan kritik yang terkandung dalam lagu, serta bagaimana interaksi antara musisi dan penggemar di platform digital dapat memobilisasi dukungan publik terhadap isu-isu sosial yang relevan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana musik dapat menjadi alat yang efektif untuk mengkritik kekuasaan, memicu perubahan sosial, dan memperkuat kesadaran politik di kalangan masyarakat.

  1. Kritik Pemerintah Pada Lagu “Gugatan Rakyat Semesta” Karya Feast; Analisis Wacana Kritis... doi.org/10.30596/jisp.v5i2.20599Kritik Pemerintah Pada Lagu AuGugatan Rakyat SemestaAy Karya Feast Analisis Wacana Kritis doi 10 30596 jisp v5i2 20599
Read online
File size315.72 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test