UPSUPS
Engineering : Jurnal Bidang TeknikEngineering : Jurnal Bidang TeknikJalan merupakan salah satu bentuk sistem transportasi darat yang menghubungkan daerah yang satu dengan daerah lainnya. Perkerasan lentur yang umum digunakan berupa perkerasan dengan campuran Aspal Concrete (AC) yang didasarkan pada AASHTO yang memiliki lapisan struktural antara lain AC-WC, AC-BC, dan AC-Base. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan bahan tambah pasir pantai alam indah Kota Tegal sebagai pengganti sejumlah agregat halus dengan kadar 25%, 50%, dan 100%. Nilai yang didapat meliputi nilai kepadatan pada kadar 25% sebesar 2,141 gr/cc, kadar 50% sebesar 2,130 gr/cc, dan kadar 100% sebesar 2,128 gr/cc. VIM pada kadar 25% sebesar 11,27%, kadar 50% sebesar 11,73%. Dan kadar 100% sebesar 10,32%, VMA pada kadar 25% sebesar 21,36%, kadar 50% sebesar 21,76%, dan kadar 100% sebesar 21,53%. VFA pada kadar 25% sebesar 47,22%, kadar 50% sebesar 46,09%. Dan kadar 100% sebesar 52,06%. Stabilitas pada kadar 25% sebesar 1178,76 kg, kadar 50% sebesar 961,62 kg, dan kadar 100% sebesar 878,90 kg., kelelehan (flow) pada kadar 25% sebesar 3,68mm, kadar 50% sebesar 4,51mm, dan pada kadar 100% sebesar 5,86 mm., dan marshall quotient pada kadar 25% sebesar 320,31 kg/mm, kadar 50% sebesar 213,2 kg/mm, dan kadar 100% sebesar 151,01 kg/mm.
Berdasarkan hasil analisis pengujian yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut.Pergantian campuran agregat halus pasir PAI Tegal kadar 25%, 50% dan 100% sangat mempengaruhi karakteristik marshall.Dimana pada pengujian marshall di dapat Nilai kepadatan, VIM, VMA, VFA, Stabilitas, Kelelehan, dan Hasil Bagi Marshall ( MQ ).Dari hasil pengujian dapat disimpulkan semakin banyak kadar campuran pasir Pantai Alam Indah Kota Tegal mengakibatkan campuran aspal tidak baik dan tidak memenuhi spesifikasi, hal ini terbukti hanya pada campuran pasir Pantai Alam Indah Kota Tegal pada kadar 25% yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan pasir pantai terhadap kinerja jangka panjang campuran aspal, termasuk ketahanan terhadap retak dan deformasi permanen akibat lalu lintas berulang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi gradasi campuran aspal dengan menggunakan pasir pantai sebagai pengganti agregat halus, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kadar aspal, suhu pemadatan, dan jenis aspal yang digunakan. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif antara penggunaan pasir pantai dengan agregat alam konvensional dalam hal biaya, ketersediaan, dan dampak lingkungan, untuk memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif bagi pengembang jalan.
| File size | 461.8 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPWRUMPWR Berdasarkan hasil analisis Customer Satisfaction Index (CSI) mengenai indeks kepuasan penghuni perumahan bersubsidi di Purwokerto didapatkan hasil 82,46%Berdasarkan hasil analisis Customer Satisfaction Index (CSI) mengenai indeks kepuasan penghuni perumahan bersubsidi di Purwokerto didapatkan hasil 82,46%
LMULMU Campuran CTB tanpa superplasticizer mencapai kekuatan tekan yang diperlukan untuk CTB Kelas A pada tingkat substitusi limbah pulp kertas 0% dan 30%. CampuranCampuran CTB tanpa superplasticizer mencapai kekuatan tekan yang diperlukan untuk CTB Kelas A pada tingkat substitusi limbah pulp kertas 0% dan 30%. Campuran
POLTEKSCIPOLTEKSCI dan pada umur 28 hari 106,56 kg/cm2. Pasir Barito pada umur 3 hari 60,49 kg/cm2. Pada umur 14 hari 76,78 kg/cm2, dan pada umur 28 hari 95,63 kg/cm2. Berdasarkandan pada umur 28 hari 106,56 kg/cm2. Pasir Barito pada umur 3 hari 60,49 kg/cm2. Pada umur 14 hari 76,78 kg/cm2, dan pada umur 28 hari 95,63 kg/cm2. Berdasarkan
UNIRAUNIRA Pengabdian ini merupakan inovasi baru dengan memanfaatkan abu batu sebagai pengganti pasir dalam pembuatan buis beton. Pengabdian ini bertujuan untuk meminimalisirPengabdian ini merupakan inovasi baru dengan memanfaatkan abu batu sebagai pengganti pasir dalam pembuatan buis beton. Pengabdian ini bertujuan untuk meminimalisir
UM SURABAYAUM SURABAYA Pengujian laboratorium dilakukan menggunakan pasir besi dari Pantai Kerakat dan pasir pantai dari Pantai Malimbu, sedangkan agregat kasar dan abu batuPengujian laboratorium dilakukan menggunakan pasir besi dari Pantai Kerakat dan pasir pantai dari Pantai Malimbu, sedangkan agregat kasar dan abu batu
JURNALUGNJURNALUGN Penurunan mutu beton mengindikasikan perlunya pertimbangan risiko penurunan nilai kuat tekan ketika menggunakan limbah bata merah sebagai pengganti sebagianPenurunan mutu beton mengindikasikan perlunya pertimbangan risiko penurunan nilai kuat tekan ketika menggunakan limbah bata merah sebagai pengganti sebagian
UNSULTRAUNSULTRA Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa nilai kuat tekan rata‑rata beton untuk dua jenis material batu pecah berbeda, dengan gradasi 1‑2 cmBerdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa nilai kuat tekan rata‑rata beton untuk dua jenis material batu pecah berbeda, dengan gradasi 1‑2 cm
UNTAG SMDUNTAG SMD Gradasi agregat adalah distribusi dari variasi ukuran butir agregat. Gradasi agregat berpengaruh pada besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitasGradasi agregat adalah distribusi dari variasi ukuran butir agregat. Gradasi agregat berpengaruh pada besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas
Useful /
UPSUPS Nozzle 2 mm membutuhkan waktu 7,36 menit, menghasilkan tekanan 2,5 bar, tinggi api 45 cm, suhu T1 159,23°C, dan T2 284,23°C. Sementara itu, nozzle 3Nozzle 2 mm membutuhkan waktu 7,36 menit, menghasilkan tekanan 2,5 bar, tinggi api 45 cm, suhu T1 159,23°C, dan T2 284,23°C. Sementara itu, nozzle 3
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Masalah penelitian ini adalah tingginya nilai OHI-S anak Sekolah Dasar kelas 1-3 di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini adalahMasalah penelitian ini adalah tingginya nilai OHI-S anak Sekolah Dasar kelas 1-3 di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini adalah
UPSUPS Pada umur 28 hari, kuat tekan rata-rata beton adalah 21,11 Mpa (Tipe I) dan 7,62 Mpa (Tipe II). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan limbah plastikPada umur 28 hari, kuat tekan rata-rata beton adalah 21,11 Mpa (Tipe I) dan 7,62 Mpa (Tipe II). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan limbah plastik
UPSUPS Bentuk bodi mobil sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar, semakin aerodinamis semakin hemat konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan membuatBentuk bodi mobil sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar, semakin aerodinamis semakin hemat konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan membuat