JURNALUGNJURNALUGN

STATIKASTATIKA

Beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk massa padat. Agregat sangat memiliki peran penting dalam pembuatan sebuah beton. Pada penelitian ini penulis mencoba memanfaatkan limbah bata merah sebagai pengganti agregat halus dalam campuran beton. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai kuat tekan beton pada umur 7, 14, dan 28 hari yang dihasilkan dari penggunaan limbah bata merah sebagai pengganti sebagian agregat halus. Penelitian dilakukan di laboratorium beton dan struktur teknik sipil Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton berdasarkan variasi campuran untuk umur 7, 14, dan 28 hari didapatkan nilai beton normal sebesar 11,18 MPa, 13,94 MPa, dan 17,13 MPa; untuk variasi 5 % limbah bata merah masing‑masing 9,98 MPa, 9,70 MPa, dan 16,99 MPa; serta untuk variasi 10 % masing‑masing 9,48 MPa, 11,89 MPa, dan 14,58 MPa. Penurunan mutu beton mengindikasikan perlunya pertimbangan risiko penurunan nilai kuat tekan ketika menggunakan limbah bata merah sebagai pengganti sebagian agregat halus.

Pada umur 7 hari, beton normal mencapai kuat tekan rata‑rata 11,18 MPa, sedangkan beton dengan 5 % dan 10 % limbah bata merah masing‑masing menghasilkan 9,98 MPa dan 9,48 MPa.Pada umur 14 hari, beton normal menghasilkan 13,94 MPa, sementara variasi 5 % dan 10 % menghasilkan 9,70 MPa dan 11,89 MPa.Pada umur 28 hari, kuat tekan beton normal mencapai 17,13 MPa, dibandingkan dengan 16,99 MPa untuk variasi 5 % dan 14,58 MPa untuk variasi 10 % limbah bata merah.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi persentase limbah bata merah yang lebih tinggi, misalnya 15 % hingga 30 %, untuk menentukan batas optimal penggantian agregat halus tanpa mengorbankan kuat tekan. Selain itu, studi lanjutan sebaiknya menilai dampak penambahan limbah bata merah terhadap sifat durability beton, seperti resistensi terhadap siklus beku‑cair, penyerapan air, dan tahanan abrasi, guna memastikan kelayakan jangka panjang material. Penelitian juga dapat mengkaji pengaruh variasi ukuran partikel limbah bata merah (mikro‑ versus makro‑partikel) serta kombinasi dengan bahan tambahan lain (seperti abu terbang atau silica fume) untuk meningkatkan kinerja mekanik dan lingkungan, sehingga memberi panduan praktis bagi industri konstruksi dalam mengimplementasikan bahan limbah secara berkelanjutan.

  1. Analisa Kuat Tekan Beton Campuran Limbah Bata Merah Sebagai Agregat Halus Dibandingkan Dengan Beton Normal... jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1652Analisa Kuat Tekan Beton Campuran Limbah Bata Merah Sebagai Agregat Halus Dibandingkan Dengan Beton Normal jurnalugn index php statika article view 1652
  1. #kuat tekan beton#kuat tekan beton
  2. #adat batak#adat batak
Read online
File size484.23 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2XQ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test