BULETINGEOLOGIBULETINGEOLOGI

Bulletin of GeologyBulletin of Geology

Daerah Tatelu, Minahasa Utara terletak di busur magmatik Sulawesi Utara yang berpotensi memiliki lingkungan yang ideal untuk terbentuknya endapan mineral. Endapan emas merupakan salah satu prospek utama di daerah ini, namun karakteristik mineralisasinya masih belum dipahami dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi yang mengontrol mineralisasi pirit, kalkopirit, dan magnetit pada urat kuarsa, karakteristik mineralogi dan geokimia batuan yang berperan dalam proses mineralisasi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis petrografi untuk mengetahui jenis litologi secara mikroskopis dan mengidentifikasi kehadiran mineral alterasi, analisis mineragrafi untuk mengetahui jenis mineral bijih, analisis geokimia bijih untuk mengetahui kadar dan hubungan antar unsur. Analisa petrografi menunjukkan bahwa litologi tersusun oleh tiga litologi utama yaitu tuff, andesit, dan breksi. Tekstur utama urat kuarsa masif kalsedonik, crustiform, colloform, dan saccharoidal. Identifikasi dan karakterisasi mineral bijih menunjukkan kehadiran magnetit, hematit, kalkopirit, dan pirit. Pada urat kuarsa tidak dijumpai butiran emas. Nilai unsur logam dasar (base metal) cukup kecil, yaitu 1-20 ppm tembaga (Cu), 3-51 ppm galena (Pb), 4–101 ppm seng (Zn). Selain kandungan unsur logam dasar tersebut, kehadiran logam mulia emas (Au) dengan nilai yang bervariasi 1-35,50 ppm dan perak (Ag) 1-13 ppm. Kadar Au akan cenderung memiliki pola atau tren meningkat seiring atau paralel dengan peningkatan nilai kadar pada unsur Ag. Berdasarkan karakterisasi yang dilakukan mengenai karakter fisik, urat kuarsa, mineralogi, dan geokimia batuan, maka dapat disimpulkan bahwa potensi mineralisasi bijih di daerah penelitian berasal dari sistem tipe endapan epitermal sulfidasi rendah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa endapan mineral di daerah Tatelu termasuk ke dalam tipe endapan epitermal sulfida rendah dengan batuan dasar berupa batuan dasit yang telah mengalami pelapukan, berasosiasi dengan batuan vulkanik berupa tuf, breksi, dan andesit.Tekstur urat kuarsa yang berkembang berupa masif kalsedonik, crustiform, colloform, dan saccharoidal yang berasosiasi dengan mineral-mineral sulfida seperti pirit, kalkopirit, magnetit, dan hematit.Hasil analisis geokimia menunjukkan indikasi mineralisasi emas (Au) yang signifikan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan berupa pemetaan yang lebih detail, studi geofisika, dan pengeboran dalam untuk memahami keadaan geologi vertikal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan pemetaan geologi yang lebih rinci dan detail di daerah Tatelu, termasuk pemetaan alterasi hidrotermal dan struktur geologi, untuk mengidentifikasi zona-zona potensial mineralisasi emas. Kedua, studi geofisika, seperti metode resistivitas dan polarisasi terinduksi (IP), dapat diterapkan untuk memetakan penyebaran zona alterasi dan mineralisasi di bawah permukaan tanah, sehingga dapat membantu menentukan target pengeboran yang lebih akurat. Ketiga, penelitian geokimia yang lebih komprehensif, termasuk analisis isotop stabil (seperti sulfur dan oksigen) pada mineral sulfida dan fluida inklusi, dapat dilakukan untuk memahami sumber fluida mineralisasi, mekanisme pembentukan endapan, dan potensi eksplorasi lebih lanjut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dan akurat mengenai potensi endapan emas di daerah Tatelu, sehingga dapat mendukung upaya eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya mineral secara berkelanjutan.

Read online
File size738.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test