UNDIKSHAUNDIKSHA

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa IndonesiaJurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kemampuan literasi, yang tidak sekadar dimaknai sebagai kecakapan membaca-menulis, melainkan kemampuan mengolah informasi, berkontribusi terhadap perkembangan pola pikir kritis siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik, serta analisis dokumen hasil kerja siswa di SDN Kubang Kemiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi berfungsi sebagai fondasi kognitif yang memungkinkan siswa untuk melakukan dekonstruksi pesan, mengidentifikasi bias, dan menyusun argumen yang logis. Temuan lapangan mengindikasikan bahwa siswa dengan tingkat literasi tinggi menunjukkan kecenderungan untuk bersikap skeptis secara sehat terhadap informasi baru dibandingkan siswa yang hanya memiliki kemampuan membaca mekanistik. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa transformasi kurikulum literasi harus bergeser dari sekadar kelancaran membaca menuju strategi pemahaman teks yang berbasis pertanyaan (query-based learning). Dengan demikian, penguatan literasi sejak dini merupakan syarat mutlak dalam mencetak generasi yang mampu berpikir analitis di tengah arus informasi digital yang semakin kompleks.

Urgensi merekonstruksi literasi di SD tidak bisa ditawar.Literasi adalah bahan baku, dan berpikir kritis adalah alat bedahnya.Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan literasi bukan sekadar keterampilan teknis dalam mengeja atau merangkai kata, melainkan fondasi utama yang menggerakkan roda kognisi kritis pada siswa sekolah dasar.Dengan demikian, sekolah dasar tidak hanya akan melahirkan siswa yang mampu membaca dunia, tetapi juga generasi yang memiliki ketajaman nalar untuk memperbaiki dan memberikan kontribusi bermakna bagi dunia tersebut di masa depan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh metode pembelajaran yang inovatif, seperti Socratic Questioning dan Dialogic Reading, terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan literasi dan berpikir kritis siswa secara terpadu. Ketiga, penting untuk meneliti peran orang tua dalam mendukung perkembangan literasi dan berpikir kritis anak di rumah, serta bagaimana sekolah dan orang tua dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar, khususnya dalam mengembangkan kemampuan literasi dan berpikir kritis siswa agar mampu menghadapi tantangan di era digital.

  1. The Fostering of Multimodal Text Literacy in Elementary School Learning | Saputra | Lensa: Kajian Kebahasaan,... jurnal.unimus.ac.id/index.php/lensa/article/view/14667The Fostering of Multimodal Text Literacy in Elementary School Learning Saputra Lensa Kajian Kebahasaan jurnal unimus ac index php lensa article view 14667
  2. ANALISIS PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENDUKUNG LITERASI MEMBACA ANAK | Maryani | Metabasa : Jurnal... jurnal.unsil.ac.id/index.php/mbsi/article/view/14357ANALISIS PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENDUKUNG LITERASI MEMBACA ANAK Maryani Metabasa Jurnal jurnal unsil ac index php mbsi article view 14357
  3. Science Literacy and Critical Thinking Skills of Elementary School Students: A Correlation Study | JENIUS... doi.org/10.22515/jenius.v5i2.10198Science Literacy and Critical Thinking Skills of Elementary School Students A Correlation Study JENIUS doi 10 22515 jenius v5i2 10198
Read online
File size269.55 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test