UNTADUNTAD
Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatStunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia lima tahun karena kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi pendek diantara anak seusianya dengan nilai z-score panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) kurang dari -2 Standar Deviasi (SD). Salah satu faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita adalah pola asuh, anak yang mendapatkan pola asuh yang kurang baik cenderung berisiko 2 kali lebih besar mengalami stunting jika dibandingkan dengan anak yang mendapat pola asuh baik dimana pola asuh yang dimaksud meliputi pengasuhan makan anak, perawatan dasar anak, personal hygiene dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (retrospective study dengan rancangan case control study) dan kualitatif atau mix method research dengan model campuran sekuensial eksplanatori. Variabel bebas yaitu pola asuh, dan variabel terikat yaitu stunting. Sampel penelitian ini adalah seluruh anak berusia 6-24 bulan di puskesmas pada Kecamatan Mantikulore, serta orang tuanya yang bertempat tinggal di lokasi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dengan melakukan pengukuran ulang, kuesioner terstruktur, dan wawancara mendalam. Analisis bivariabel dengan menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariabel menggunakan logistic regression dengan p-value <0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting dimana anak dengan pola asuh kurang baik berisiko 2,66 kali lebih besar mengalami stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan terhadap kejadian stunting adalah pola asuh. Kesimpulan yaitu pola asuh merupakan faktor risiko kejadian stunting.
Pola asuh merupakan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kecamatan Mantikulore.Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh yang kurang baik meningkatkan risiko stunting melalui pengaruhnya terhadap asupan energi, protein, zinc, dan peningkatan kejadian penyakit infeksi.Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas pola asuh untuk mencegah stunting.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi komponen spesifik dari pola asuh yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting, seperti praktik pemberian makan, kebersihan, dan stimulasi anak. Kedua, studi intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan pola asuh pada keluarga berisiko tinggi perlu dikembangkan dan dievaluasi efektivitasnya dalam mencegah stunting. Ketiga, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif ibu dan keluarga mengenai pola asuh dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta hambatan yang mereka hadapi dalam menerapkan pola asuh yang baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk merumuskan strategi pencegahan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan, terutama dengan mempertimbangkan konteks sosial budaya dan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Dengan memahami secara lebih rinci faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh dan dampaknya terhadap status gizi anak, diharapkan intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan hasil yang optimal.
| File size | 784.36 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di Laboratorium Biokimia D-III Analis Kesehatan Universitas Indonesia Timur. Populasi penelitian adalah seluruhPenelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di Laboratorium Biokimia D-III Analis Kesehatan Universitas Indonesia Timur. Populasi penelitian adalah seluruh
UVAYABJMUVAYABJM Kurikulum pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas pembelajaran di sekolah. Faktor pembaruan kurikulum memiliki dampak signifikanKurikulum pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas pembelajaran di sekolah. Faktor pembaruan kurikulum memiliki dampak signifikan
MALAHAYATIMALAHAYATI Metode Deteksi Stunting secara Otomatis pada Balita 0 24 Bulan dengan Menggunakan Metode Antropometri Berbasis Arduino. Stunting merupakan keadaan statusMetode Deteksi Stunting secara Otomatis pada Balita 0 24 Bulan dengan Menggunakan Metode Antropometri Berbasis Arduino. Stunting merupakan keadaan status
MALAHAYATIMALAHAYATI Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja bidan, semakin rendah tingkat penerapan prosedur keselamatan ibu dan bayi, terutama dalam aspekHasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja bidan, semakin rendah tingkat penerapan prosedur keselamatan ibu dan bayi, terutama dalam aspek
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia tahun. Penanaman nilai moral berkelanjutanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tokoh masyarakat dalam menanamkan nilai moral berkelanjutan bagi anak usia tahun. Penanaman nilai moral berkelanjutan
LENTERANUSALENTERANUSA Kegiatan ceramah interaktif ini berhasil menciptakan perubahan sikap dan pengetahuan anak-anak terkait makanan sehat, di mana mereka mulai lebih selektifKegiatan ceramah interaktif ini berhasil menciptakan perubahan sikap dan pengetahuan anak-anak terkait makanan sehat, di mana mereka mulai lebih selektif
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Program edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di Dusun Paraboting memiliki tujuan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.melalui penyuluhanProgram edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di Dusun Paraboting memiliki tujuan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.melalui penyuluhan
JQWHJQWH Sebagian besar balita di wilayah kerja Puskesmas Gunung Kaler Kabupaten Tangerang tidak mengalami stunting pada balita usia 24– 59 bulan dimasa PandemiSebagian besar balita di wilayah kerja Puskesmas Gunung Kaler Kabupaten Tangerang tidak mengalami stunting pada balita usia 24– 59 bulan dimasa Pandemi
Useful /
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Hasil menunjukkan bahwa informasi akuntansi biaya secara signifikan memengaruhi nilai perusahaan, terutama dalam perhitungan biaya produksi. PeningkatanHasil menunjukkan bahwa informasi akuntansi biaya secara signifikan memengaruhi nilai perusahaan, terutama dalam perhitungan biaya produksi. Peningkatan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Ada beberapa untuk menciptakan lingkungan agar tetap bersih: (1) Masyarakat (2) Sampah (3) kualitas kesehatan. Pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentangAda beberapa untuk menciptakan lingkungan agar tetap bersih: (1) Masyarakat (2) Sampah (3) kualitas kesehatan. Pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Pekarangan Pangan Lestari atau P2L merupakan kegiatan bersama yang dilakukan oleh kelompok masyarakat untuk menjadikan lahan pekarangan menjadi sumberPekarangan Pangan Lestari atau P2L merupakan kegiatan bersama yang dilakukan oleh kelompok masyarakat untuk menjadikan lahan pekarangan menjadi sumber
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui perencanaan peraturan kehidupan siswa (perdupsis) dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukanPenelitian ini bertujuan untuk: mengetahui perencanaan peraturan kehidupan siswa (perdupsis) dalam pembentukan mental kepemimpinan siswa pendidikan pembentukan