UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

Latar belakang: Diethylene glycol (DEG) dikenal memiliki efek nefrotoksik sebagai kontaminan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekstrak seledri berpotensi melindungi terhadap toksisitas ginjal yang diinduksi DEG, sehingga perlu dieksplorasi profil metabolomik tanpa target dari seledri pada jaringan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek nefroprotektif seledri dan mengidentifikasi biomarker potensial menggunakan profil metabolomik tanpa target dari seledri pada cedera ginjal yang diinduksi DEG pada tikus jantan. Metode: Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 tikus Wistar jantan yang diacak ke dalam kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan yang diberi DEG dengan dosis 1, 3, dan 5 g/BW selama tiga hari. Setelah 14 hari, semua tikus dikorbankan. Untuk studi nefroprotektif dan metabolomik seledri, 27 tikus jantan dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol, kelompok DEG (3 g/BW), dan kelompok DEG-seledri (diberi ekstrak seledri 200 mg/kg BB dosis tunggal selama 6 hari). Setelah 14 hari, kadar kreatinin darah diuji dan analisis metabolomik tanpa target menggunakan kromatografi cair-spektrometri massa resolusi tinggi. Data kreatinin dianalisis dengan ANOVA satu jalur. Hasil: Diethylene glycol pada dosis 1 dan 3 g/kg BB menyebabkan kerusakan ginjal ringan, sedangkan dosis 5 g/kg BB menyebabkan kerusakan sedang. Kadar kreatinin pada kelompok normal, DEG, dan DEG-seledri masing-masing adalah 0,55 ± 0,14; 0,71 ± 0,1; dan 0,86 ± 0,17 mg/dL, namun tidak berbeda secara statistik antar kelompok (p>0,05). DEG menyebabkan peningkatan kadar triptofan dan fenilalanin sebanyak 45 kali lipat dan 123 kali lipat, masing-masing. Seledri menurunkan kadar metabolit ini sebanyak 21 kali lipat dan 65 kali lipat, masing-masing.

Diethylene glycol menyebabkan kerusakan ginjal dari ringan hingga sedang.Ekstrak seledri secara efektif menurunkan kadar metabolit yang terkait dengan kerusakan ginjal, khususnya triptofan dan fenilalanin.Penurunan signifikan pada metabolit berbahaya menunjukkan potensi seledri sebagai agen nefroprotektif dalam konteks keracunan DEG.

Pertama, perlu diteliti apakah ekstrak seledri juga efektif dalam mencegah kerusakan ginjal pada dosis DEG yang lebih rendah secara kronis, misalnya dalam paparan jangka panjang yang menyerupai kontaminasi obat ringan, untuk menilai potensinya dalam skenario dunia nyata. Kedua, penting untuk mengeksplorasi mekanisme bagaimana senyawa aktif dalam seledri, seperti apigenin dan luteolin, memengaruhi jalur metabolik triptofan dan fenilalanin, serta apakah mereka menghambat akumulasi toksin uremik atau mengurangi stres oksidatif secara langsung. Ketiga, diperlukan penelitian lanjutan yang membandingkan efektivitas ekstrak seledri dengan agen nefroprotektif standar, seperti N-asetilsistein, dalam konteks keracunan DEG, untuk menilai posisinya sebagai alternatif terapeutik. Studi ini juga bisa meneliti kombinasi seledri dengan terapi suportif untuk meningkatkan efek perlindungan ginjal. Selain itu, penting untuk mengevaluasi apakah manfaat seledri dapat diperluas ke model kerusakan ginjal akibat zat beracun lain yang menyebabkan nekrosis tubulus proksimal. Penelitian lebih lanjut juga harus melibatkan pengukuran parameter fungsi ginjal yang lebih komprehensif seperti laju filtrasi glomerulus dan kadar urea darah untuk melengkapi temuan metabolomik. Idealnya, studi jangka panjang perlu dilakukan untuk mengamati efek samping dan efektivitas jangka panjang pemberian seledri. Selain itu, penting untuk mengidentifikasi komponen aktif utama dalam ekstrak seledri yang bertanggung jawab atas efek nefroprotektif melalui fraksinasi dan uji biologis. Akhirnya, penelitian bisa dieksplorasi ke model hewan yang lebih besar atau studi in vitro menggunakan sel tubulus ginjal manusia untuk memperkuat relevansi klinis temuan ini.

  1. Universa Medicina. effect untargeted metabolomic analysis celery extract against diethylene glycol induced... univmed.org/ejurnal/index.php/medicina/article/view/1705Universa Medicina effect untargeted metabolomic analysis celery extract against diethylene glycol induced univmed ejurnal index php medicina article view 1705
  2. Characterization and Classification of Spanish Honey by Non-Targeted LC–HRMS (Orbitrap) Fingerprinting... doi.org/10.3390/molecules27238357Characterization and Classification of Spanish Honey by Non Targeted LCAeHRMS Orbitrap Fingerprinting doi 10 3390 molecules27238357
  3. Kidney Pathophysiology, Toxicology, and Drug-Induced Injury in Drug Development - Zaher A. Radi, 2019.... doi.org/10.1177/1091581819831701Kidney Pathophysiology Toxicology and Drug Induced Injury in Drug Development Zaher A Radi 2019 doi 10 1177 1091581819831701
Read online
File size764 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test