UMKLAUMKLA

TRIAGE Jurnal Ilmu KeperawatanTRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan

Peningkatan usia akan mengakibatkan perubahan pada struktur dan fungsi sel, jaringan, dan sistem organ. Salah satu perubahan pada sistem organ yaitu pada sistem kardiovaskuler juga mengalami perubahan seperti menebalnya katub jantung, menurunnya kemampuan memompa darah, meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer dan aterosklerosis. Hal tersebut menyebabkan tekanan darah pada pembuluh darah, sehingga kondisi tersebut disebut dengan hipertensi. Tujuan penelitian ini mengetahui Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif korelasi dengan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan penderita hipertensi di posyandu lansia Desa Pokak dengan jumlah 110 lansia. Hasil karakteristik responden pada penelitian ini, rerata usia responden 68 tahun. Sebagian besar responden terdiri dari perempuan sebanyak 58 orang (66,7%). Sebagian besar responden telah menikah dengan jumlah 62 responden (71,3%). Sebanyak 47 responden (54,0%) tidak bekerja, tingkat pendidikan responden sebagian besar SMA/SMK sebanyak 30 orang (34,5%). Rerata tekanan darah responden yaitu 164/97 mmHg ± 14,540. Dukungan keluarga responden sebagian besar baik dengan jumlah 53 orang (60,9%). Kepatuhan responden dalam minum obat sebagian besar rendah dengan jumlah responden 36 orang (41,4%). Hasil uji statistik dengan menggunakan Spearmen Rho diperoleh nilai signifikansi (p) value 0,000 (α=0,05), dengan nilai koefisien (r) 0,674 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Desa Pokak Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten.

Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten.Nilai koefisien korelasi sebesar 0,674 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan searah.Semakin tinggi dukungan keluarga, semakin tinggi pula kepatuhan lansia dalam minum obat.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh jenis dukungan keluarga tertentu—seperti dukungan emosional, instrumental, atau informasional—terhadap kepatuhan minum obat secara terpisah untuk mengetahui aspek dukungan mana yang paling berkontribusi. Selain itu, perlu dikaji bagaimana pola komunikasi dalam keluarga memengaruhi konsistensi lansia dalam menjalani terapi jangka panjang, terutama dalam konteks keluarga yang tinggal terpisah secara geografis. Studi juga bisa menguji efektivitas intervensi keperawatan berbasis keluarga yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterlibatan anggota keluarga dalam manajemen pengobatan hipertensi pada lansia, sehingga dapat dikembangkan program pendukung yang lebih terfokus dan efisien di tingkat komunitas.

  1. Dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II: Literature review | Arini | NURSCOPE:... doi.org/10.30659/nurscope.7.2.172-180Dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II Literature review Arini NURSCOPE doi 10 30659 nurscope 7 2 172 180
Read online
File size253.6 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test