UMSUMS

Warta LPMWarta LPM

Penyakit tidak menular (PTM), termasuk hipertensi, merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai di masyarakat, dan menjadi penyebab kematian utama di dunia, dan Indonesia. Penanganan hipertensi membutuhkan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat antihipertensi, serta promosi gaya hidup sehat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi lansia melalui Gerakan Senam “AKRABI TENSI dan memberikan gambaran mengenai indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu (GDS) sebagai upaya skrining dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM) di Posyandu Lansia Padukuhan Karang Lo. Kegiatan observasi hingga evaluasi dilaksanakan selama 7 hari oleh Tim dalam rangkaian praktik blok Clinical Exposure (CE) 3. Ada 4 rangkaian kegiatan saat pelaksanaan meliputi: (1) senam “AKRABI TENSI dan relaksasi nafas dalam; (2) penyuluhan kesehatan dengan materi cegah hipertensi dengan “CERDIK; (3) pemeriksaan kesehatan meliputi (tekanan darah, gula darah sewaktu, berat badan, dan tinggi badan); (4) evaluasi penyuluhan diukur melalui teka teki silang (TTS). Media penyuluhan meliputi presentasi PowerPoint, banner, tensimeter manual, dan alat cek kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pengetahuan peserta sebesar 78% dalam kategori cukup. Dari hasil pemeriksaan, 33 peserta (72%) memiliki tekanan darah tinggi, dan 13 orang (28%) dalam batas normal. Sementara dari 46 peserta, 16 di antaranya memiliki kadar gula darah tinggi, dan 30 peserta dalam batas normal. Program ini menunjukkan perlunya optimalisasi kegiatan Posyandu lansia melalui edukasi dan skrining rutin untuk menurunkan angka kejadian penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat.

Hasil skrining 46 peserta di Padukuhan Karang Lo mengidentifikasi dua masalah kesehatan utama pada lansia, yaitu hipertensi di berbagai tingkat dan Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori Gemuk Ringan hingga Gemuk Berat, khususnya pada lansia perempuan.Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan upaya promotif dan preventif di tingkat masyarakat melalui optimalisasi kegiatan Posyandu Lansia.Oleh karena itu, disarankan agar program senam “AKRABI TENSI dilaksanakan secara periodik dengan kolaborasi Puskesmas, kader, dan masyarakat, serta pengembangan media edukatif dan kegiatan fisik yang menarik untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam pencegahan Penyakit Tidak Menular.

Mengingat tantangan dalam pengukuran dampak program dan partisipasi peserta, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi efektivitas jangka panjang program AKRABI TENSI dengan desain yang lebih ketat, misalnya melalui studi kuasi-eksperimental yang mencakup pengukuran pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tekanan darah, kadar gula darah, dan Indeks Massa Tubuh secara objektif. Studi tersebut perlu melibatkan kelompok kontrol sebagai pembanding, sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat mengenai keberhasilan intervensi. Selain itu, untuk meningkatkan jangkauan dan keberlanjutan program, penting untuk menggali faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi dan kepatuhan lansia serta dukungan keluarga terhadap aktivitas AKRABI TENSI. Ini dapat dilakukan melalui penelitian kualitatif mendalam untuk mengidentifikasi motivasi intrinsik, hambatan, serta preferensi lansia terkait format kegiatan dan media edukasi yang paling menarik bagi mereka. Pemahaman yang lebih baik tentang aspek-aspek ini akan sangat berharga dalam merancang strategi peningkatan keterlibatan yang lebih efektif. Terakhir, penelitian juga dapat menyelidiki model pemberdayaan kader Posyandu Lansia yang paling optimal dan berkelanjutan, termasuk pengembangan kurikulum pelatihan yang komprehensif, mekanisme supervisi, serta strategi kolaborasi multipihak yang melibatkan Puskesmas, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat lokal. Tujuannya adalah memastikan bahwa kader memiliki kapasitas dan sumber daya yang memadai untuk melanjutkan program secara mandiri, mengintegrasikan inovasi seperti pemanfaatan teknologi sederhana untuk pemantauan kesehatan, dan mengembangkan kegiatan fisik yang lebih variatif untuk menjaga minat serta motivasi lansia dalam jangka panjang.

  1. Ergonomic Chair to Reduce the Risk of Low Back Pain among Garment Sewing Workers | Warta LPM. ergonomic... journals2.ums.ac.id/warta/article/view/12121Ergonomic Chair to Reduce the Risk of Low Back Pain among Garment Sewing Workers Warta LPM ergonomic journals2 ums ac warta article view 12121
  2. Pengaruh Usia, Berat Badan, Tinggi Badan Dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Gula Darah Sewaktu | Barongko:... jurnal.agdosi.com/index.php/Barongko/article/view/586Pengaruh Usia Berat Badan Tinggi Badan Dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Gula Darah Sewaktu Barongko jurnal agdosi index php Barongko article view 586
Read online
File size438.95 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test