ISI DPSISI DPS

Journal of Aesthetics, Creativity and Art ManagementJournal of Aesthetics, Creativity and Art Management

Biang Kerok diciptakan menggunakan instrumen musik tradisional yang terdiri dari dua Gender Wayang dalam laras slendro dan dua Gender Rambat Semara Pegulingan Saih Pitu dalam laras pelog. Pemilihan instrumen yang berbeda namun serupa ini bertujuan untuk menggabungkan dua laras yang berbeda. Kombinasi kedua laras tersebut merupakan kunci karya ini, di mana penggabungan laras pelog dan slendro menghasilkan nada-nada baru yang sebelumnya belum pernah terdengar serta menciptakan variasi baru dalam warna bunyi. Dalam proses kreatif dan tahapannya, komponis menggabungkan metode Musical Composition Method, sebuah artikel berjudul Karya Karawitan Baru Manikam Nusantara, serta metode Panca Sthiti Ngawi Sani. Kombinasi beberapa metode ini sangat penting karena terkait erat dengan proses realisasi karya. Biang Kerok dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing memiliki fokus tekstual dan kontekstual yang berbeda, dan selalu diarahkan oleh ide komponis.

Karya karawitan Biang Kerok merupakan hasil dari ide, konsep, dan bentuk yang terinspirasi dari fenomena kehidupan sehari-hari di luar unsur musikal.Karya ini berhasil menghasilkan 20 nada dan warna bunyi baru melalui penggabungan laras pelog dan slendro, dengan teknik komposisi yang terstruktur serta bentuk karya yang orisinal.Proses penciptaannya melibatkan unsur-unsur musikal seperti melodi, tempo, dinamika, ritme, dan terutama timbre, serta penerapan teknik komposisi Barat seperti Cannon dan Call and Response.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penggabungan laras pelog dan slendro dalam karya karawitan lainnya dapat menciptakan sistem nada baru yang terstandarisasi, sehingga bisa digunakan secara luas dalam komposisi karawitan modern. Kedua, perlu dikaji respons pendengar terhadap warna bunyi unik dari kombinasi dua gender dengan laras berbeda, baik dari kalangan masyarakat umum maupun ahli musik tradisional, untuk memahami aspek persepsi estetika dalam karya eksperimental seperti ini. Ketiga, perlu dikembangkan pendekatan metode kreatif yang mengintegrasikan metode Panca Sthiti Ngawi Sani dengan teknik komposisi kontemporer secara sistematis, sehingga dapat menjadi kerangka kerja bagi komponis muda dalam menciptakan karya karawitan yang inovatif namun tetap berakar pada tradisi.

  1. Designing a Shopping Mall in Ciputat, South Tangerang | Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management.... jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/jacam/article/view/5412Designing a Shopping Mall in Ciputat South Tangerang Journal of Aesthetics Creativity and Art Management jurnal2 isi dps ac index php jacam article view 5412
  2. REFORMASI HUKUM TRISAKTI. perlindungan pencipta naskah skenario film benyamin biang kerok undang hak... e-journal.trisakti.ac.id/index.php/refor/article/view/7131REFORMASI HUKUM TRISAKTI perlindungan pencipta naskah skenario film benyamin biang kerok undang hak e journal trisakti ac index php refor article view 7131
  3. KAJIAN PERAN SKETSA DALAM PROSES KREATIF DAN PENDIDIKAN DESAIN (Kasus Pengalaman Belajar Desain di Era... journal.isi.ac.id/index.php/lintas/article/view/7199KAJIAN PERAN SKETSA DALAM PROSES KREATIF DAN PENDIDIKAN DESAIN Kasus Pengalaman Belajar Desain di Era journal isi ac index php lintas article view 7199
Read online
File size332.91 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test