YBLIYBLI

Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian MasyarakatJurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat penting dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya pangan nasional. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan proses produksi yang berkelanjutan, inovasi yang ramah lingkungan menjadi krusial. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan tempe dengan penambahan eco enzyme kepada masyarakat di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, untuk meningkatkan kualitas fermentasi dan mengurangi dampak lingkungan. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik langsung yang dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2025. Hasil utama dari kegiatan ini adalah terjadinya transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai seluruh tahapan proses pembuatan tempe dari kacang kedelai, mulai dari persiapan bahan hingga inkubasi. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil memperkenalkan potensi pemanfaatan kacang hijau dan kacang merah sebagai bahan baku alternatif untuk diversifikasi produk. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi tempe yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga lebih ramah lingkungan, serta membuka wawasan mengenai kemandirian bahan baku.

Kegiatan pelatihan pembuatan tempe dengan eco enzyme di Kelurahan Paniki Bawah telah berhasil dilaksanakan dan mencapai tujuannya.Peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai seluruh tahapan pembuatan tempe yang higienis dan efektif.Inovasi penggunaan eco enzyme serta bahan baku alternatif membuka peluang peningkatan kualitas produk dan kemandirian produksi berbasis sumber daya lokal.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi eco enzyme terhadap kualitas tempe dari berbagai bahan baku, seperti kedelai, kacang hijau, dan kacang merah, agar dapat ditentukan formulasi optimal yang menghasilkan produk dengan tekstur, rasa, dan keamanan terbaik. Kedua, penting untuk mengkaji secara sistematis perbedaan parameter fermentasi – seperti durasi inkubasi, suhu, dan kelembapan – pada tempe berbahan baku non-kedelai, guna mengembangkan panduan produksi standar yang dapat diadopsi oleh pelaku usaha skala rumah tangga. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang potensi pemanfaatan limbah cair dan padat dari proses pembuatan tempe berbasis eco enzyme sebagai pupuk organik atau bahan baku biogas, sehingga dapat mendorong terciptanya sistem ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Penelitian-penelitian ini akan memperkuat aspek keberlanjutan, efisiensi, dan nilai tambah dari inovasi yang telah diperkenalkan, serta membuka jalan bagi pengembangan industri tempe yang lebih mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Read online
File size228.34 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test