IAINIAIN

Konseling Edukasi : Journal of Guidance and CounselingKonseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode bimbingan klasik dalam meningkatkan pemahaman bahasa Inggris anak-anak di komunitas marjinal Argopuro. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan terhadap proses belajar dan wawancara mendalam dengan tutor BKI Kreatif serta warga setempat untuk memahami dinamika belajar subjek. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa bimbingan klasik efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris saat dirancang secara kreatif melalui metode pembelajaran bermain yang sesuai dengan karakter kolektif anak-anak. Meski fasilitas terbatas, penggunaan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran kontekstual mampu menjaga fokus dan antusiasme siswa. Implikasinya menekankan bahwa pendekatan bimbingan kelompok di daerah marjinal memerlukan fleksibilitas metodologis dan keterlibatan emosional tutor. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya meliputi pengembangan media belajar berbasis bahan daur ulang (media rendah biaya) untuk mengatasi hambatan fasilitas. Pemerintah dan institusi terkait diharapkan mereplikasi model bimbingan ini untuk mempercepat akses pendidikan non-formal yang merata bagi anak-anak di daerah rentan secara sosial.

Implementasi metode bimbingan klasik oleh tutor BKI Kreatif untuk meningkatkan pemahaman bahasa Inggris anak-anak di Kampung Marjin Argopuro dilakukan melalui perencanaan yang menyesuaikan karakter kolektif anak-anak, implementasi inovatif untuk menjaga fokus, dan evaluasi rutin yang memotivasi belajar kelompok.Hasil menunjukkan perubahan positif dalam kebiasaan berbicara dan sikap anak-anak dalam berlatih bahasa Inggris melalui aktivitas pembelajaran bermain yang menumbuhkan aspirasi untuk pendidikan atau karier di luar negeri.Meski fasilitas dan media belajar terbatas, keberhasilan program ini didorong oleh sinergi semangat berbagi tutor dan antusiasme tinggi anak-anak dalam memanfaatkan lingkungan sebagai media belajar.Sebagai langkah berkelanjutan, perlu memperluas jaringan tutor untuk mengatasi hambatan belajar, meningkatkan ketekunan anak-anak dalam mengejar impian, dan dukungan penuh dari RT setempat dalam menyediakan ruang dan waktu yang kondusif untuk aktivitas bimbingan ini.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan mengembangkan media belajar berbasis bahan daur ulang (media rendah biaya) guna mengatasi hambatan fasilitas. Selain itu, perlu memperluas jaringan tutor untuk mengatasi hambatan belajar dan meningkatkan ketekunan anak-anak dalam mengejar impian. Dukungan penuh dari RT setempat dalam menyediakan ruang dan waktu yang kondusif untuk aktivitas bimbingan ini juga sangat penting. Dengan demikian, model bimbingan ini dapat direplikasi oleh pemerintah dan institusi terkait untuk mempercepat akses pendidikan non-formal yang merata bagi anak-anak di daerah rentan secara sosial.

Read online
File size1.06 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test