UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan perilaku kebersihan di kalangan mahasiswa universitas, dengan fokus pada empat faktor kunci: pendidikan kebersihan, pengaruh teman sebaya, ketersediaan fasilitas kebersihan, dan kesadaran pribadi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan kerangka konseptual Teori Perilaku Terencana (TPB). Data dikumpulkan dari 30 mahasiswa yang dipilih secara purposif yang berdomisili di Aceh Besar melalui kuesioner terstruktur, yang divalidasi melalui pengujian percontohan dan diukur menggunakan skala Likert. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kesadaran pribadi dan pendidikan kebersihan merupakan prediktor yang paling signifikan terhadap perilaku kebersihan, diikuti oleh pengaruh teman sebaya dan akses terhadap fasilitas sanitasi. Meskipun praktik kebersihan individu seperti mencuci tangan menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi (74%), partisipasi dalam inisiatif kebersihan komunal tetap rendah (34%). Temuan ini mengindikasikan bahwa memperkuat motivasi internal dan pendidikan kebersihan terstruktur mungkin lebih efektif dalam mempromosikan praktik kebersihan yang berkelanjutan daripada peningkatan infrastruktur saja. Studi ini memberikan implikasi praktis untuk pengembangan kebijakan universitas, promosi kesehatan lingkungan, dan desain intervensi pendidikan berbasis perilaku.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku kebersihan mahasiswa universitas di Aceh Besar paling dipengaruhi oleh kesadaran pribadi dan pendidikan kebersihan, diikuti oleh pengaruh teman sebaya dan ketersediaan fasilitas sanitasi.Meskipun sebagian besar mahasiswa menunjukkan praktik kebersihan pribadi yang baik, partisipasi mereka dalam program kebersihan komunal tetap rendah.Hal ini mengindikasikan perlunya integrasi pendidikan kebersihan ke dalam program akademik, promosi inisiatif yang dipimpin oleh teman sebaya, dan implementasi kampanye bertarget untuk mendorong tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan.

Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran norma sosial dan budaya lokal dalam membentuk perilaku kebersihan mahasiswa, dengan mempertimbangkan bagaimana nilai-nilai agama dan tradisi memengaruhi praktik kebersihan sehari-hari. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam motivasi dan hambatan yang dihadapi mahasiswa dalam berpartisipasi dalam inisiatif kebersihan komunal, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih efektif. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai program pendidikan kebersihan dalam jangka panjang, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada keberlanjutan perubahan perilaku. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perilaku kebersihan mahasiswa dan menginformasikan pengembangan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Read online
File size215.23 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test