UMDUMD

Jurnal Ilmiah Raad KerthaJurnal Ilmiah Raad Kertha

Pendidikan merupakan isu penting di Indonesia karena berperan krusial dalam meningkatkan kecerdasan bangsa. Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia mengamanatkan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu upaya untuk meningkatkan dan meratakan kualitas pendidikan adalah implementasi sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru, yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018. Namun, implementasi peraturan ini menuai kontroversi, termasuk di Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kontroversi sikap masyarakat terhadap penerapan zonasi, serta upaya pemerintah dalam mengatasi masalah zonasi di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan data primer, sekunder, dan tersier. Faktor utama penyebab kontroversi adalah perbedaan kualitas antara sekolah favorit dan non-favorit di Bali. Pemerintah berupaya melakukan sosialisasi intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendukung kebijakan zonasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat beragam sikap masyarakat terhadap penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru di Bali, dengan sebagian mendukung karena kemudahan akses sekolah dan pemerataan, sementara yang lain menolak karena keterbatasan pilihan sekolah.Pemerintah Provinsi Bali telah berupaya mengatasi permasalahan ini melalui sosialisasi dan kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan petunjuk kepada calon peserta didik baru.Upaya-upaya ini bertujuan untuk memastikan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan zonasi dan kelancaran proses pendaftaran.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas sistem zonasi dalam meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di Bali, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial ekonomi dan geografis yang memengaruhi akses pendidikan. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model zonasi yang lebih fleksibel dan adaptif, yang memungkinkan siswa untuk memilih sekolah berdasarkan minat dan bakat mereka, tanpa mengabaikan prinsip pemerataan. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran serta masyarakat dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah zonasi, serta mengidentifikasi strategi untuk mengatasi kesenjangan kualitas antara sekolah favorit dan non-favorit, sehingga sistem zonasi dapat benar-benar mewujudkan keadilan dan kesempatan yang sama bagi semua siswa.

Read online
File size324.91 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test