UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Dalam pembudidayaan cabe rawit (Capsicum frutescens) masih terdapat kendala seperti gangguan hama yang menyerang dari awal pertumbuhan hingga pasca panen. Salah satu jenis hama yang menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada budidaya cabe adalah lalat buah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis methyl eugenol dan ketinggian perangkap terhadap pengendalian hama lalat buah pada tanaman cabe rawit di lahan karst. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2024 di lahan karst desa Ponjong, Gunung Kidul, Yogyakarta. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis methyl eugenol yaitu: 0.75 mL/perangkap, 1.5 mL/perangkap dan 2 mL/perangkap. Sementara faktor kedua adalah ketinggian perangkap yang terdiri dari: 90 cm, 100 cm, dan 110 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis methyl eugenol 1.5 mL/perangkap memberikan hasil yang lebih baik tetapi tidak berbeda nyata dengan dosis 0.75 mL/perangkap dan berbeda nyata dengan pemberian dosis 2 mL/perangkap. Sementara pada perlakuan ketinggian perangkap menunjukkan bahwa perlakuan ketinggian perangkap 100 cm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah lalat buah yang terperangkap yaitu 30 ekor yang tidak berbeda nyata dengan ketinggian 90 cm dan berbeda nyata dengan ketinggian 110 cm.

5 mL/perangkap memberikan hasil yang lebih baik tetapi tidak berbeda nyata dengan dosis 0.75 mL/perangkap dan berbeda nyata dengan pemberian dosis 2 mL/perangkap.Sementara pada perlakuan ketinggian perangkap menunjukkan bahwa perlakuan ketinggian perangkap 100 cm (1 meter) dari permukaan tanah memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah lalat buah yang terperangkap yaitu 30 ekor tidak berbeda nyata dengan ketinggian 90 cm dan berbeda nyata dengan ketinggian 110 cm.

Untuk pengembangan penelitian lebih lanjut mengenai pengendalian lalat buah pada tanaman cabe rawit di lahan karst, beberapa arah studi dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada evaluasi efektivitas aplikasi methyl eugenol dan ketinggian perangkap tidak hanya berdasarkan jumlah lalat buah yang terperangkap, tetapi juga mengukur dampak langsung terhadap tingkat kerusakan buah dan peningkatan hasil panen cabe rawit secara keseluruhan. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manfaat ekonomi bagi petani. Kedua, penting untuk menyelidiki potensi variasi efektivitas methyl eugenol sepanjang musim tanam yang berbeda, mengingat faktor iklim dan kelembapan sangat berpengaruh terhadap perkembangan lalat buah. Selain itu, studi jangka panjang mengenai dampak penggunaan atraktan ini terhadap ekosistem lahan karst, termasuk organisme non-target dan kualitas tanah, akan sangat berharga untuk memastikan praktik pengendalian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ketiga, perlu dilakukan eksplorasi desain perangkap yang lebih inovatif atau mengintegrasikan penggunaan methyl eugenol dengan strategi pengendalian hama terpadu lainnya, seperti pemanfaatan musuh alami atau varietas tahan hama, guna mencapai tingkat pengendalian yang optimal dan mengurangi ketergantungan pada satu metode saja. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan bagi petani cabe rawit di daerah karst.

  1. KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA PERTANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DENGAN SISTEM PHT DAN KONVENSIONAL... doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.1.1KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA PERTANAMAN MENTIMUN Cucumis sativus L DENGAN SISTEM PHT DAN KONVENSIONAL doi 10 21776 ub jurnalhpt 2021 009 1 1
Read online
File size211.65 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test