JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Stres yang dialami karyawan akibat lingkungan yang dihadapinya akan mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerjanya. Kinerja yang menurun salah satunya dapat disebabkan oleh stres yang dialami karyawan. Kinerja seorang perawat dapat dilihat dari mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan stres kerja dengan kinerja perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Leuwiliang Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan berupa analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuisioner PSS 10 untuk variabel stress kerja dan lembar observasi untuk menilai kinerja. Analisa data yang digunakan adalan univariat dan bivariat dengan uji kendalls tau. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang artinya p-value < 0,05 sehingga Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan stres kerja dengan kinerja perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Leuwiliang Kabupaten Bogor. Diharapkan dapat menjadi masukan kepada pihak manajemen RS khususnya untuk memberikan pelatihan, motivasi, maupun reward kepada perawat, sehingga kinerja perawat akan baik dan stress kerja perawat dapat berkurang.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU).Stres kerja yang ringan cenderung meningkatkan kinerja perawat, memungkinkan mereka untuk fokus pada tugas dan memberikan pelayanan yang lebih optimal.Temuan ini selaras dengan teori yang menyatakan bahwa stres yang terkendali dapat memotivasi dan meningkatkan efisiensi kerja.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik di lingkungan kerja IGD dan ICU yang paling berkontribusi terhadap stres kerja perawat, seperti beban kerja, dukungan sosial, atau konflik peran. Kedua, studi intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas program-program pengurangan stres, seperti pelatihan relaksasi, konseling, atau peningkatan dukungan sosial, dalam meningkatkan kinerja dan kesejahteraan perawat. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman perawat dalam menghadapi stres kerja dan strategi coping yang mereka gunakan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang isu ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan bermanfaat bagi pengembangan kebijakan dan praktik keperawatan yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.

  1. HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP MELATI DAN SERUNI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/974HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP MELATI DAN SERUNI RSUD DR M YUNUS BENGKULU journal universitaspahlawan ac index php prepotif article view 974
  2. TINAJUAN PUSTAKA : HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP STRES KERJA PERAWAT | MIZANIA: Jurnal Ekonomi Dan Akuntansi.... doi.org/10.47776/mizania.v1i1.470TINAJUAN PUSTAKA HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP STRES KERJA PERAWAT MIZANIA Jurnal Ekonomi Dan Akuntansi doi 10 47776 mizania v1i1 470
Read online
File size299.17 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test