STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP

Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenAngelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Penelitian ini bertujuan untuk membahas model Bait Suci Yerusalem dalam Perjanjian Lama dan relevansinya terhadap konsep arsitektur spiritual pada perancangan Rumah Retret Kristen. Bait Suci sendiri dipahami tersusun menjadi tiga area atau zona ruang, yaitu pelataran, ruang kudus, dan ruang maha kudus. Jika dikaitkan dengan pendekatan arsitektur spiritual, model ini mencerminkan perjalanan spiritual manusia dari zona profan menuju ke zona sakral yang lebih dekat dengan Allah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berdasarkan literatur, dengan mengumpulkan dan mengolah data yang berupa Alkitab, buku, dan artikel untuk memperdalam pembahasan. Melalui kajian literatur teologis dan teori arsitektural, penelitian ini mengkaji bagaimana aspek tapak, ruang, ornamen, dan perabot pada Bait Suci dapat diterapkan ke dalam sebuah Rumah Retret Kristen yang kontekstual dan sesuai pada masa kini. Hasil dari kajian ini menunjukkan integrasi antara model Bait Suci dan prinsip arsitektur spiritual dapat memberikan konsep kerangka desain pada perancangan Rumah Retret Kristen. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi arsitektur religius di Indonesia, sekaligus memberikan pendekatan konseptual yang sesuai dengan pengajaran iman Kristen.

Integrasi model Bait Suci dan arsitektur spiritual merupakan pendekatan yang relevan dalam pengembangan arsitektur religius di Indonesia.Model Bait Suci memberikan dasar teologis, sedangkan arsitektur spiritual menyediakan prinsip desain yang mendukung pengalaman spiritual pengguna.Kombinasi keduanya memungkinkan rumah retret menjadi wadah transformasi batin yang kontekstual dan berakar pada iman Kristen.

Pertama, perlu dikaji bagaimana adaptasi hierarki ruang Bait Suci—dari pelataran hingga ruang maha kudus—dapat dirancang ulang dalam konteks budaya lokal di Indonesia, seperti nilai komunal masyarakat Jawa atau Bali, agar pengalaman spiritual melalui arsitektur tidak hanya teologis tetapi juga budaya. Kedua, penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi efektivitas elemen arsitektur spiritual seperti cahaya, material alami, dan suara dalam memengaruhi kedalaman pengalaman kontemplatif peserta retret, melalui studi observasional atau survei psikologis terhadap pengguna. Ketiga, penting untuk menguji penerapan simbol-simbol kontemporer seperti salib, air, atau api unggun dalam berbagai tipe rumah retret di daerah perkotaan dan pedesaan, untuk melihat bagaimana bentuk dan penempatan simbol tersebut memengaruhi keterlibatan spiritual peserta secara nyata.

  1. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. model bait suci yerusalem penerapannya arsitektur spiritual... doi.org/10.38189/jan.v6i2.1039Angelion Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen model bait suci yerusalem penerapannya arsitektur spiritual doi 10 38189 jan v6i2 1039
Read online
File size685.25 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test