Tel-UTel-U

Indonesian Journal on Computing (Indo-JC)Indonesian Journal on Computing (Indo-JC)

Open Air Interface merupakan platform pengembangan infrastruktur telekomunikasi yang bertujuan menciptakan jaringan telekomunikasi 4G/5G yang bersifat opensource. Teknologi ini mampu menggantikan infrastruktur jaringan 4G/5G komersial dan atau melakukan interkoneksi dengan jaringan seluler 4G/5G yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan implementasi test-bed 4G OAI dan srsLTE di lingkup terbatas non komersial dengan menggunakan USRP B205-mini dan B210 yang menjalankan layanan standar seluler 4G dengan skema single-site. Hasil pengujian dari infrastruktur tersebut mampu menghasilkan power sebesar -32.6 dBm dan Power to Signal Ratio sebesar 19.54 dB.

Implementasi jaringan mobile pada skala simulasi dapat dibangun dengan melibatkan srsLTE dan OAI melalui tahapan design-prototyping-evaluation-review dan update.Hasil menunjukkan interkoneksi EPC dan eNB menghasilkan delay rata-rata 0,243 ms dengan 0% packet loss, serta performa daya sinyal yang baik pada jarak 2 meter.Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menguji skala cakupan dan kapasitas yang lebih luas serta layanan tambahan seperti edge-caching.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana implementasi test-bed 4G berbasis OAI dan srsLTE dapat dikembangkan ke skema multi-site untuk mendukung proses handover antar sel, sehingga dapat meniru kondisi jaringan nyata yang dinamis. Kedua, perlu dieksplorasi integrasi layanan edge computing seperti edge-caching pada infrastruktur test-bed ini, untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap latensi dan efisiensi penggunaan bandwidth dalam skenario penggunaan nyata. Ketiga, perlu dikaji penerapan mekanisme keamanan jaringan yang lebih mendalam, seperti deteksi dan mitigasi serangan pada lapisan akses radio maupun core, agar platform ini tidak hanya berguna untuk simulasi kinerja, tetapi juga untuk penelitian keamanan jaringan seluler 4G. Penelitian-penelitian ini akan memperluas manfaat dari test-bed dari sekadar alat edukasi menjadi platform riset yang komprehensif. Pendekatan multi-site akan mengevaluasi skalabilitas sistem, edge-caching akan menguji efisiensi layanan data, dan kajian keamanan akan meningkatkan ketahanan sistem secara menyeluruh. Kombinasi ketiganya dapat membentuk ekosistem riset jaringan 4G terbuka yang mandiri dan realistis. Dengan begitu, hasil penelitian dapat lebih relevan untuk diterapkan dalam kondisi dunia nyata, termasuk di daerah terpencil atau khusus yang memerlukan infrastruktur komunikasi non-komersial. Penelitian lanjutan sebaiknya mempertimbangkan batasan frekuensi dan daya agar tidak mengganggu jaringan komersial yang sudah ada. Semua pengembangan harus tetap mempertahankan aspek opensource dan kemudahan replikasi. Dengan pendekatan yang sistematis, platform ini dapat menjadi fondasi bagi inovasi jaringan seluler yang lebih inklusif dan terbuka.

  1. Bringing 4G LTE closer to students | Proceedings of the 6th EAI International Conference on Smart Objects... dl.acm.org/doi/10.1145/3411170.3411231Bringing 4G LTE closer to students Proceedings of the 6th EAI International Conference on Smart Objects dl acm doi 10 1145 3411170 3411231
  2. SIMULASI PEMBANGUNAN JARINGAN MOBILE DENGAN SRSLTE DAN OAI | Indonesian Journal on Computing (Indo-JC).... socjs.telkomuniversity.ac.id/ojs/index.php/indojc/article/view/923SIMULASI PEMBANGUNAN JARINGAN MOBILE DENGAN SRSLTE DAN OAI Indonesian Journal on Computing Indo JC socjs telkomuniversity ac ojs index php indojc article view 923
Read online
File size6.18 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test