UNRAMUNRAM

Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA )Jurnal Teknologi Informasi, Komputer, dan Aplikasinya (JTIKA )

Aksara Sasak merupakan salah satu warisan budaya masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok yang kini mulai jarang digunakan, terutama di kalangan generasi muda, sehingga berpotensi punah. Upaya pelestarian dilakukan melalui digitalisasi aksara Sasak dengan memanfaatkan Unicode, khususnya blok Unicode Bali yang memiliki kemiripan bentuk. Dalam penelitian ini, dikembangkan aplikasi transliterasi berbasis Android menggunakan algoritma rule based yang mengacu pada aturan penulisan aksara Sasak. Metode string replacement dengan pengalamatan heksadesimal dari UTF-16 Unicode digunakan untuk menyesuaikan karakter Latin dengan aturan penulisan aksara Sasak. Proses transliterasi menerapkan 1704 aturan berbasis aturan untuk mengakomodasi seluruh kaidah penulisan. Pengujian dilakukan pada tiga sumber data: papan nama jalan di Kota Mataram (akurasi 97,20% dari 250 data), Kamus Bali-Indonesia Latin dan Bali (akurasi 96,375% dari 800 data), dan Lontar Doyan Neda (Dewi Anjani) (akurasi 65,33% dari 600 data). Secara keseluruhan, akurasi mencapai 85,39% dari 1650 data uji.

Aplikasi transliterasi aksara Latin menjadi aksara Sasak berbasis algoritma rule based berhasil diimplementasikan dengan akurasi keseluruhan sebesar 85,21% dari 1650 data uji.Pengujian fungsionalitas melalui metode blackbox menunjukkan bahwa sebagian besar fitur berjalan baik, meskipun hasil transliterasi tidak dapat ditampilkan pada perangkat yang tidak mendukung Unicode Balinese.Hasil uji MOS sebesar 4,45 dari skala 5 menunjukkan bahwa aplikasi layak digunakan dan diterima dengan baik oleh masyarakat pengguna.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang transliterasi balik dari aksara Sasak ke aksara Latin untuk mendukung pemahaman dan pembelajaran pengguna yang belum mahir membaca aksara Sasak, terutama generasi muda. Kedua, perlu dirancang aplikasi yang mampu melakukan transliterasi secara otomatis dari gambar atau foto tulisan tangan maupun dokumen kuno beraksara Sasak, sehingga memudahkan proses digitalisasi arsip budaya tanpa harus mengetik manual. Ketiga, penting untuk memperluas basis data dan aturan penulisan aksara Sasak dengan mengumpulkan dan menganalisis lebih banyak naskah lontar atau sumber otentik lainnya guna meningkatkan cakupan dan akurasi sistem, terutama untuk kata-kata yang jarang atau memiliki variasi bentuk. Pengembangan ini akan membuat aplikasi lebih komprehensif dan akurat. Dengan transliterasi balik, aplikasi tidak hanya berguna untuk menulis, tetapi juga untuk membaca dan mempelajari. Fitur pengenalan gambar akan mempercepat proses pelestarian naskah kuno. Tambahan data dari lontar akan memperkaya sistem dan mengurangi kesalahan pada kata yang tidak umum. Kombinasi ketiga pengembangan ini dapat menciptakan alat digital yang lebih lengkap untuk revitalisasi budaya Sasak. Penelitian lanjutan bisa mengeksplorasi teknik OCR khusus aksara Sasak berbasis kecerdasan buatan. Integrasi fitur-fitur ini juga akan meningkatkan daya tarik dan keberlanjutan penggunaan aplikasi di masyarakat.

Read online
File size978.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test