ITSCIENCEITSCIENCE

International Journal of Multidisciplinary Sciences and ArtsInternational Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts

Olahraga merupakan aktivitas penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Salah satu faktor pendukung kinerja olahraga adalah konsumsi minuman isotonic, yang membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap minuman isotonic berdasarkan atribut kandungan gula, ukuran kemasan, harga, dan rasa. Metode yang digunakan adalah analisis konjoin dengan menyebarkan kuesioner kepada 185 responden (atlet dan pecinta olahraga) di Malang, Surabaya, dan Kediri. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi atribut yang paling diminati adalah minuman isotonic dengan kandungan gula rendah, kemasan 500ml, harga Rp 3.000–Rp 4.000, dan rasa original. Atribut yang paling berpengaruh dalam keputusan pembelian adalah rasa (33%) dan harga (32%), diikuti oleh kandungan gula (19%) dan ukuran kemasan (16%). Analisis korelasi menunjukkan hubungan kuat antara preferensi aktual dan prediksi (Pearsons R = 0,787; Kendalls tau = 0,611), dengan signifikansi <0,05, menunjukkan akurasi model. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah rekomendasi bagi produsen minuman isotonic untuk fokus pada pengembangan varian rendah gula dengan rasa original, harga terjangkau, dan kemasan besar (500ml) guna memenuhi preferensi konsumen olahraga.

Berdasarkan hasil analisis konjoin, responden lebih memilih minuman isotonic dengan kandungan gula rendah, kemasan 500ml, harga terjangkau (Rp 3.Atribut yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah rasa dengan tingkat kepentingan 33%, diikuti harga sebesar 32%.Model analisis ini memiliki korelasi yang kuat dan signifikan, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis oleh produsen minuman isotonic.

Pertama, perlu dikaji bagaimana preferensi konsumen terhadap minuman isotonic berubah ketika dipengaruhi oleh kampanye kesehatan digital, seperti media sosial atau aplikasi kebugaran, mengingat tren gaya hidup sehat yang semakin digerakkan secara online. Kedua, perlu diteliti pengaruh penambahan nutrisi fungsional, seperti vitamin tambahan atau ekstrak alami, terhadap minat pembelian konsumen, terutama di kalangan generasi muda yang lebih sadar nutrisi. Ketiga, penting untuk menguji bagaimana variasi kemasan ramah lingkungan, seperti botol daur ulang atau isi ulang, memengaruhi persepsi dan keputusan pembelian konsumen, mengingat meningkatnya kepedulian terhadap keberlanjutan. Penelitian lanjutan dapat dirancang untuk mengeksplorasi interaksi antara atribut harga, kemasan berkelanjutan, dan pesan kesehatan dalam satu skema analisis konjoin yang lebih komprehensif. Studi ini juga bisa membandingkan preferensi di kota besar dan daerah, atau meneliti efek frekuensi olahraga terhadap sensitivitas harga dan loyalitas merek. Pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam bisa dilakukan sebelum analisis kuantitatif untuk menggali alasan di balik preferensi rasa dan keengganan terhadap rasa kelapa. Selain itu, bisa dieksplorasi apakah faktor gaya hidup atau identitas sosial memengaruhi pilihan merek isotonic, bukan hanya atribut produk semata. Penelitian juga bisa melihat peran influencer olahraga dalam membentuk preferensi konsumen terhadap varian rendah gula. Dengan menggabungkan data perilaku aktual dari aplikasi olahraga dengan survei preferensi, hasil penelitian bisa lebih akurat dalam memprediksi keputusan pembelian. Temuan dari penelitian-penelitian ini akan membantu produsen merancang strategi pemasaran dan inovasi produk yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

  1. Analysis Of Consumer Preferences Towards The Decision To Purchase Isotonic Drinks Using The Conjoint... doi.org/10.47709/ijmdsa.v4i3.6560Analysis Of Consumer Preferences Towards The Decision To Purchase Isotonic Drinks Using The Conjoint doi 10 47709 ijmdsa v4i3 6560
Read online
File size678.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test